BANYUMAS, MyInfo.ID – Minyak jelantah yang selama ini sering dibuang setelah digunakan untuk memasak kini mulai dilirik sebagai sumber bahan baku energi ramah lingkungan. PT Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi mengembangkan sistem pengumpulannya dengan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Program percontohan tersebut diluncurkan di KDKMP Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (29/10). Melalui skema ini, koperasi menjadi tempat masyarakat menyetorkan minyak jelantah sebelum dikumpulkan untuk kebutuhan industri energi.
Minyak bekas memasak itu nantinya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur dan Green Gasoline.
Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi, serta penyerahan minyak jelantah secara simbolis.
Tahap awal akan berlangsung selama empat bulan dengan melibatkan empat lokasi koperasi di Banyumas. Jaringan pengumpulan selanjutnya direncanakan diperluas dengan target mencapai 500 ribu liter minyak jelantah.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan keterlibatan koperasi menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok bahan baku energi rendah karbon.
Menurutnya, Pertamina telah menyiapkan fasilitas pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Salah satunya berada di Kilang Cilacap, yang nantinya akan dikembangkan di kilang lain.
“Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan fasilitas pengolahan untuk memanfaatkan minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas yang disiapkan, dan selanjutnya akan dikembangkan di kilang lainnya, antara lain Balongan, Dumai, dan Plaju. Karena itu, kepastian pasokan bahan baku menjadi hal penting agar pengembangan energi ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Mars Ega.















