MyInfo.ID – Cara cari uang lewat media sosial kini makin menarik bagi Gen Z yang terbiasa membuat, membagikan, sekaligus mengonsumsi konten digital setiap hari. Dari berbagai platform yang tersedia, YouTube masih menjadi salah satu pilihan utama untuk cari uang, sementara TikTok, Facebook, Instagram, dan X/Twitter juga menawarkan jalur monetisasi dengan mekanisme yang berbeda.
Riset Alec Chillingworth, seorang pengamat media sosial dari Epidemic Sound mengatakan, 1.500 kreator yang sudah memonetisasi kontennya, menunjukkan YouTube menjadi platform dengan kontribusi pendapatan terbesar, yakni 28,6 persen. TikTok berada di posisi berikutnya dengan 18,3 persen, disusul Facebook 16,5 persen, Instagram 11,8 persen, dan X/Twitter 6,3 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu pola yang berlaku untuk semua kreator. Setiap media sosial memiliki sistem pembayaran, persyaratan, dan peluang pendapatan yang berbeda.
Cara Cari Uang Lewat Media Sosial di YouTube

Bagi kreator yang ingin cari uang dari konten video, YouTube menawarkan sejumlah jalur monetisasi. Pendapatan iklan menjadi salah satu sumber utama dan besarannya sangat bergantung pada jumlah penonton serta performa iklan dalam sebuah video.
Kreator YouTube dilaporkan bisa memperoleh sekitar US$5 hingga US$15 untuk setiap 1.000 tayangan iklan. Perhitungan tersebut berkaitan dengan CPM atau biaya yang dibayarkan pengiklan untuk setiap 1.000 tayangan iklan.
Namun, pendapatan yang diterima kreator tidak selalu sama. RPM atau pendapatan per 1.000 tayangan menjadi salah satu indikator yang lebih mencerminkan uang yang benar-benar diterima kreator.
Nilai RPM bisa dipengaruhi sejumlah faktor, seperti topik video, jenis iklan, lokasi penonton, rasio penonton yang melihat iklan, hingga bentuk monetisasi lain yang tersedia di YouTube.
Selain video reguler, YouTube Shorts juga menjadi pilihan bagi kreator yang mengandalkan video pendek. Pendapatan Shorts dilaporkan sekitar US$0,13 per 1.000 penayangan untuk konten dengan performa tinggi, sehingga jumlah view tetap menjadi faktor penting.
YouTube juga tercatat telah membayarkan lebih dari US$100 miliar kepada kreator sepanjang 2021 hingga 2025. Besarnya angka tersebut menunjukkan bagaimana platform video ini menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi kreator.
Facebook Juga Punya Jalur Monetisasi untuk Kreator

Facebook menawarkan mekanisme monetisasi yang berbeda dari YouTube. Konten yang memenuhi syarat dilaporkan menghasilkan sekitar US$0,10 untuk setiap 1.000 tayangan.
Sistem monetisasi yang lebih baru tidak hanya melihat iklan, tetapi juga memperhitungkan keterlibatan audiens, tayangan, dan jumlah pemutaran konten.
Bagi kreator yang sudah memiliki basis pengikut di platform lain, Facebook juga memiliki program Creator Fast Track. Program tersebut memberikan peluang tambahan bagi kreator yang sebelumnya sudah membangun audiens di YouTube, TikTok, atau Instagram.
Dalam program tersebut, kreator yang memiliki sedikitnya 100.000 pengikut di salah satu platform seperti YouTube, Instagram, atau TikTok dapat memperoleh hingga US$1.000 per bulan selama tiga bulan. Sementara kreator dengan lebih dari satu juta pengikut di salah satu platform tersebut bisa mendapatkan hingga US$3.000 per bulan dalam periode yang sama.
Facebook juga mencatat pembayaran hampir US$3 miliar kepada kreator sepanjang 2025.















