Selain kreativitas, proses tersebut mendorong murid untuk belajar memecahkan persoalan dan bekerja sama dalam menyelesaikan karya.
Model pembelajaran di SD Negeri 1 Kedungjaya sejalan dengan penguatan STEM yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Saat peluncuran Program STEM Nasional, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwa pengenalan sains tidak harus bergantung pada laboratorium dengan fasilitas mahal.
“Saya ingin menumbuhkan kecintaan dan kemampuan pada teknologi sejak dini sehingga mitos bahwa sains itu susah, sains itu mahal, itu harus diubah,” ujar Mu’ti.
Menurut dia, pembelajaran STEM dapat dimulai dari lingkungan sekitar dan aktivitas yang dekat dengan kehidupan anak.
Praktik di SD Negeri 1 Kedungjaya menunjukkan penerapan gagasan tersebut dalam bentuk sederhana. Barang bekas yang ada di sekitar murid dapat menjadi bahan untuk mengamati, mencoba, membuat, sekaligus menemukan solusi.
Dengan pendekatan seperti ini, STEM tidak hanya mengajarkan konsep. Murid juga mendapatkan pengalaman langsung untuk berpikir kreatif, bekerja sama, dan menghubungkan pengetahuan dengan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.














