News  

Sambut Nataru, Dirut KAI Blusukan Cek Jalur dan Perlintasan di Jawa Tengah

Dirut KAI Blusukan Cek Jalur dan Perlintasan di Jawa Tengah. Foto: Daop 5 Purwokerto
banner 120x600

PURWOKERTO, MyInfo.ID – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin turun langsung meninjau infrastruktur perkeretaapian di Jawa Tengah, Minggu (8/11/2026). Peninjauan menyasar jembatan kereta api hingga perlintasan sebidang di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 5 Purwokerto.

Lokasi yang dicek antara lain Jembatan BH 1109 KM 303+6/7 lintas Prupuk–Linggapura, serta dua titik perlintasan di lintas Tegal–Slawi, yakni KM 7+200 dan JPL 16A KM 7+080. Bobby bersama jajaran operasional memeriksa kondisi jalur, jembatan, dan kesiapan fasilitas perlintasan yang digunakan masyarakat sehari-hari.

“Setiap lintas memiliki karakteristik yang berbeda. Kami melihat langsung kondisi jembatan, jalur, dan perlintasan untuk memastikan kebutuhan penanganannya sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Bobby dalam keterangannya.

Peninjauan ini bagian dari program peningkatan keselamatan perlintasan sebidang yang tengah dijalankan KAI. Program mencakup pembangunan 190 gardu perlintasan, dilengkapi palang pintu dan perlengkapan operasional penjagaan.

Per 5 November 2026, sebanyak 24 titik perlintasan telah beroperasi dengan fasilitas hasil pengembangan di Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 7 Madiun, dan Daop 8 Surabaya. Pekerjaan di titik lain terus berlanjut secara bertahap.

Bobby menegaskan, perlintasan adalah ruang yang digunakan bersama oleh perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Karena itu, fasilitas keselamatan menjadi prioritas.

“Kami terus melengkapi fasilitasnya secara bertahap, dengan memperhatikan kesiapan petugas dan peralatan di setiap lokasi. Kami ingin hasil pekerjaan ini memberi manfaat bagi masyarakat yang melintas setiap hari,” kata Bobby.

Selain pembangunan fisik, KAI bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus mengevaluasi perlintasan sebidang sesuai kondisi masing-masing. Upaya itu meliputi peningkatan fasilitas, pengaturan operasional, dan koordinasi penanganan titik yang butuh perhatian lebih.

“Perkembangan di lapangan menjadi bahan evaluasi kami untuk menentukan pekerjaan berikutnya. Yang terpenting, fasilitas yang dibangun dapat berfungsi dengan baik dan mendukung keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat,” tutup Bobby.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow