PURWOKERTO, MyInfo.ID – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto membuat terobosan besar dalam mengoptimalkan aset negaranya. Kampus hijau ini bersiap membangun kawasan industri manufaktur terpadu berbasis teknologi tepat guna di kawasan Gunung Tugel, Purwokerto.
Langkah besar ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipimpin langsung oleh Rektor Unsoed pada Jumat (19/6/2026). Proyek strategis ini merupakan buah jalinan sinergi antara Badan Pengembangan Usaha (BPU) Unsoed dengan PT Astana Wira Karya.
Nantinya, di atas lahan milik Unsoed seluas 1,5 hektare tersebut akan berdiri pusat produksi alat-alat modern yang menyokong sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga industri pengolahan makanan. Proses konstruksi dijadwalkan mulai bergulir pada Agustus 2026 dan ditargetkan beroperasi penuh pada April 2027.
Kepala BPU Unsoed, Dr. Adi Indrayanto, S.E., M.Sc, menjelaskan bahwa proyek di Gunung Tugel ini merupakan langkah konkret universitas dalam mendatangkan nilai tambah, baik secara ekonomi maupun akademik.
“Kawasan Gunung Tugel merupakan aset strategis Unsoed yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Melalui kerja sama dengan PT Astana Wira Karya, kami berharap kawasan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi universitas, tetapi juga menjadi pusat inovasi, pembelajaran, dan hilirisasi teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika maupun masyarakat luas. BPU akan terus mendorong lahirnya kolaborasi-kolaborasi produktif yang memberikan nilai tambah bagi universitas dan masyarakat,” papar Adi dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Sejalan dengan hal itu, Rektor Unsoed Prof Dr Ir Akhmad Sodiq M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng mengapresiasi tinggi kolaborasi mesra antara institusi pendidikan dan dunia usaha ini. Sodiq menekankan pentingnya kampus keluar dari menara gading untuk memberikan dampak nyata di dunia nyata.
“Universitas harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, serta pengembangan usaha yang produktif. Pembangunan kawasan industri ini merupakan bentuk nyata hilirisasi dan pemanfaatan aset universitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri yang berkelanjutan,” tegas Rektor Sodiq.















