Membuka Wawasan Baru bagi Warga Pesisir
Bagi Ketua Poklahsar Mina Family Panikel, Lasmini, pelatihan tersebut menjadi pengalaman baru. Selama ini, kelompoknya belum banyak mengenal teknik pengolahan sidat menjadi produk bernilai jual tinggi.
“Selama ini kami hanya menjual atau mengolah sidat dengan cara yang masih terbatas. Melalui pelatihan ini kami mendapat tambahan ilmu dan pengalaman baru, terutama bagaimana mengolah sidat menjadi unagi kabayaki yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Mereka tidak hanya mengikuti demonstrasi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan.
Diskusi pun berkembang, mulai dari teknik memilih bahan baku, menjaga kualitas produk, hingga kemungkinan memasarkan olahan sidat kepada konsumen yang lebih luas.
Di tengah wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses dan tantangan geografis, peningkatan keterampilan seperti ini membuka kemungkinan baru. Nilai ekonomi sebuah komoditas tidak lagi berhenti ketika ikan berhasil ditangkap atau dibudidayakan.
Ada proses lanjutan yang bisa dilakukan. Ada keterampilan yang dapat dikembangkan. Dan ada peluang pasar yang perlahan dapat dijangkau.















