Dari Sidat Utuh Menjadi Produk Premium
Di bawah arahan Ningsih, narasumber dari Koperasi Mina Sidat Bersatu, Kaliwungu, Kedungreja, Cilacap, para peserta mempelajari tahapan demi tahapan pengolahan sidat.
Proses dimulai dari pemilihan ikan berkualitas. Setelah itu, peserta mempraktikkan teknik fillet, pemanggangan awal, pengukusan atau steam, hingga pemanggangan akhir.
Setiap tahapan membutuhkan ketelitian. Pengolahan tidak lagi sekadar memasak ikan, tetapi juga mengenalkan standar produk yang lebih terukur, baik dari kualitas bahan baku maupun proses penyajiannya.
Hasil akhirnya adalah unagi kabayaki, olahan sidat dengan cita rasa khas yang selama ini lebih dikenal di pasar kuliner Jepang dan sejumlah negara lain.
Agustiawan mengatakan penguasaan teknik pengolahan menjadi salah satu bekal penting untuk membuka peluang usaha yang lebih luas.
“Kami berharap pelatihan ini semakin membuka wawasan peserta bahwa sidat memiliki potensi luar biasa jika diolah dengan baik. Semoga ke depan mampu melahirkan produk berkualitas yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengangkat potensi Kampung Laut,” katanya.















