Health  

Alat Kontrasepsi: Jenis Hormonal dan Non-Hormonal untuk Kesehatan Seksual

Ilustrasi Alat kontrasepsi Kondom. Foto: Unsplash
banner 120x600

Dalam materi sumber, implan dengan satu hingga dua batang disebut dapat digunakan hingga sekitar tiga tahun. Sementara jenis dengan enam batang dapat digunakan sampai lima tahun.

Karena dipasang di bawah kulit, prosedur penggunaan dan pelepasannya membutuhkan tenaga kesehatan.

4. Patch atau Koyo KB

Patch merupakan alat kontrasepsi berbentuk seperti koyo yang ditempelkan pada area tubuh tertentu. Lokasi penggunaannya antara lain lengan bagian atas, punggung, atau pinggul.

Patch melepaskan hormon estrogen dan progesteron ke dalam tubuh. Hormon tersebut bekerja dengan mekanisme yang membantu mencegah ovulasi.

Metode ini dapat menjadi alternatif bagi orang yang mencari kontrasepsi hormonal tanpa harus mengonsumsi pil setiap hari.

5. IUD Hormonal

IUD hormonal atau KB spiral merupakan alat berbentuk menyerupai huruf T yang ditempatkan di dalam rahim oleh tenaga kesehatan.

Jenis ini mengandung hormon progesteron sintetis yang dilepaskan secara bertahap. Mekanismenya membantu mencegah kehamilan, termasuk dengan memengaruhi lendir leher rahim dan kondisi di dalam rahim.

IUD hormonal termasuk metode kontrasepsi jangka panjang. Namun, kenyamanan setiap orang bisa berbeda sehingga konsultasi sebelum pemasangan tetap penting.

Jenis Alat Kontrasepsi Non-Hormonal

Berbeda dengan metode hormonal, alat kontrasepsi non-hormonal tidak bekerja dengan mengubah hormon tubuh. Pilihan ini bisa menjadi pertimbangan bagi orang yang ingin menggunakan metode tanpa pengaruh hormonal.

Berikut beberapa jenis yang terdapat dalam materi.

1. Kondom

Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi non-hormonal yang mudah ditemukan dan digunakan. Harganya relatif terjangkau dan penggunaannya tidak memerlukan prosedur medis.

Kondom umumnya dibuat dari lateks, polyisoprene, atau poliuretan. Penggunaannya bertujuan menghalangi sperma masuk ke saluran reproduksi perempuan.

Selain membantu mencegah kehamilan, kondom menjadi salah satu metode kontrasepsi yang dapat membantu menurunkan risiko penularan infeksi menular seksual.

Kondom bersifat sekali pakai. Karena itu, pasangan perlu menggunakan kondom baru setiap kali melakukan hubungan seksual.

2. Diafragma

Diafragma memiliki bentuk menyerupai kubah dan umumnya dibuat dari bahan seperti lateks atau silikon. Alat ini ditempatkan di dalam vagina untuk membantu menghalangi sperma agar tidak mencapai rahim.

Cara penggunaannya berbeda dengan kondom dan membutuhkan penempatan yang tepat. Salah satu karakteristiknya adalah diafragma dapat digunakan kembali sesuai petunjuk penggunaan dan perawatannya.

3. Cervical Cap

Cervical cap mempunyai bentuk yang mirip dengan diafragma, tetapi ukurannya lebih kecil. Fungsinya juga membantu menghalangi sperma agar tidak masuk ke rahim.

Metode ini memiliki sejumlah keterbatasan. Pemasangannya dapat membutuhkan bantuan dokter, tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual, dan memiliki risiko kegagalan yang perlu dipertimbangkan.

Pilih Alat Kontrasepsi Sesuai Kondisi Pasangan

Tidak ada satu alat kontrasepsi yang otomatis cocok untuk semua orang. Setiap metode memiliki cara penggunaan, kelebihan, keterbatasan, durasi perlindungan, serta kemungkinan efek yang berbeda.

Karena itu, Sobat My Info sebaiknya tidak menentukan pilihan hanya berdasarkan rekomendasi teman atau tren. Kondisi kesehatan, kebutuhan pasangan, rencana kehamilan, kenyamanan, serta riwayat penggunaan kontrasepsi dapat menjadi bahan pertimbangan.

Konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan juga dapat membantu menentukan metode yang sesuai. Terutama jika seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menggunakan obat-obatan.

Dalam konteks kesehatan seksual, pasangan juga perlu memahami bahwa alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan tidak selalu memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual.

Dengan informasi yang cukup, penggunaan alat kontrasepsi dapat menjadi bagian dari perencanaan keluarga sekaligus membantu pasangan membuat keputusan yang lebih sadar mengenai hubungan seksual dan kesehatan reproduksi.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow