Health  

Alat Kontrasepsi: Jenis Hormonal dan Non-Hormonal untuk Kesehatan Seksual

Ilustrasi Alat kontrasepsi Kondom. Foto: Unsplash
banner 120x600

ALAT KONTASEPSI menjadi salah satu pilihan bagi pasangan yang ingin mengatur atau menunda kehamilan. Penggunaannya bisa berkaitan dengan berbagai pertimbangan, mulai dari kondisi kesehatan, perencanaan keluarga, sampai kesiapan ekonomi.

Dalam praktiknya, alat kontrasepsi tidak hanya terdiri dari satu jenis. Ada metode hormonal yang bekerja dengan memengaruhi hormon tubuh, serta metode non-hormonal yang tidak mengubah kadar hormon.

Bagi Sobat My Info yang sedang mencari informasi seputar kesehatan seksual, memahami cara kerja dan jenis alat kontrasepsi penting dilakukan sebelum menentukan pilihan.

Apa Itu Alat Kontrasepsi?

Secara sederhana, alat kontrasepsi merupakan metode atau media yang digunakan untuk membantu mencegah kehamilan. Mekanismenya berbeda-beda, tergantung jenis kontrasepsi yang digunakan.

Beberapa metode bekerja dengan mencegah ovulasi atau pelepasan sel telur. Ada pula yang menghambat pertemuan sperma dan sel telur atau membuat kondisi tertentu di dalam sistem reproduksi sehingga pembuahan sulit terjadi.

Pemilihan alat kontrasepsi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing orang. Faktor kesehatan, kenyamanan, efektivitas, durasi penggunaan, serta pertimbangan pasangan bisa menjadi bagian dari keputusan tersebut.

Dalam konteks kesehatan seksual, kontrasepsi juga perlu dibedakan dari perlindungan terhadap infeksi menular seksual. Tidak semua alat kontrasepsi memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Fungsi Alat Kontrasepsi untuk Kesehatan dan Perencanaan Keluarga

Penggunaan alat kontrasepsi tidak hanya berkaitan dengan keputusan untuk menunda kehamilan. Metode kontrasepsi juga dapat membantu pasangan mengatur jarak kehamilan sesuai rencana keluarga.

Beberapa manfaat yang disebutkan dalam materi ini antara lain:

  • Membantu mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.
  • Membantu mengatur jarak kehamilan.
  • Mengurangi risiko tertentu yang berkaitan dengan kehamilan dengan jarak terlalu dekat.
  • Berkaitan dengan penurunan risiko kanker rahim pada metode tertentu.
  • Berkaitan dengan penurunan risiko kista ovarium pada metode tertentu.
  • Kondom dapat membantu mengurangi risiko penularan infeksi menular seksual, termasuk HIV dan gonore.

Karena setiap metode mempunyai cara kerja berbeda, manfaatnya juga tidak bisa disamaratakan. Sobat My Info perlu memahami jenis kontrasepsi yang digunakan agar pilihan untuk kesehatan seksual tidak hanya berdasarkan popularitas atau harga.

Jenis Alat Kontrasepsi Hormonal

Alat kontrasepsi hormonal bekerja dengan memanfaatkan hormon tertentu untuk mencegah terjadinya kehamilan. Hormon yang terlibat umumnya berkaitan dengan estrogen dan progesteron.

Berikut beberapa jenis alat kontrasepsi hormonal yang disebutkan dalam materi.

1. Pil KB

Pil KB menjadi salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak dikenal. Cara kerjanya antara lain dengan mencegah atau menekan ovulasi sehingga sel telur tidak dilepaskan dari ovarium.

Pil KB juga dapat membuat lendir pada leher rahim menjadi lebih kental. Kondisi tersebut membuat sperma lebih sulit mencapai sel telur.

Selain itu, perubahan pada lapisan rahim dapat membuat kondisi tersebut kurang mendukung terjadinya kehamilan.

Karena penggunaannya berkaitan dengan kondisi tubuh dan hormon, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat dilakukan sebelum memilih pil KB. Konsistensi mengonsumsi pil sesuai petunjuk juga penting agar efektivitasnya tetap terjaga.

2. Suntik KB

Bagi pasangan yang tidak ingin mengonsumsi pil setiap hari, suntik KB menjadi salah satu pilihan kontrasepsi hormonal.

Metode ini diberikan secara berkala sehingga pengguna tidak perlu mengingat konsumsi pil setiap hari. Berdasarkan periode pemberiannya, terdapat suntik KB satu bulan dan suntik KB tiga bulan.

Suntik KB bekerja dengan memanfaatkan hormon untuk mencegah kehamilan. Metode ini juga disebut dapat menurunkan risiko terjadinya kehamilan ektopik.

3. Implan

Implan merupakan alat kontrasepsi berbentuk batang kecil yang ditempatkan di bawah kulit bagian atas lengan.

Alat ini melepaskan hormon progestin secara perlahan untuk membantu mencegah kehamilan. Lama perlindungannya dapat berbeda sesuai jenis dan jumlah batang implan yang digunakan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow