Health  

6 Pantangan Ibu Menyusui, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya

Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Magnific
banner 120x600

PANTANGAN ibu menyusui sering kali muncul dari nasihat keluarga, lingkungan sekitar, hingga informasi yang beredar di media sosial. Mulai dari larangan minum kopi, makan ikan, berenang, sampai minum es, tetapi sebenarnya mana yang termasuk mitos atau fakta?

Dalam dunia parenting, informasi soal menyusui memang perlu disikapi dengan hati-hati. Tidak semua larangan yang terdengar meyakinkan memiliki dasar yang sama, sehingga penting melihat kondisi ibu, bayi, jenis makanan atau obat yang dikonsumsi, serta sumber informasinya.

1. Pantangan Ibu Menyusui Tidak Boleh Minum Obat Pereda Nyeri

Anggapan bahwa semua obat pereda nyeri harus dihindari selama menyusui tidak sepenuhnya benar. Beberapa obat, seperti paracetamol dan ibuprofen, umumnya dapat digunakan oleh ibu menyusui dalam kondisi tertentu.

Namun, bukan berarti semua obat bebas dikonsumsi tanpa pertimbangan. Ada jenis obat tertentu yang dapat memberikan efek pada produksi ASI atau memiliki pertimbangan khusus bagi ibu dan bayi.

Karena itu, jika membutuhkan obat saat menyusui, sebaiknya tanyakan kepada dokter atau tenaga kesehatan mengenai jenis, dosis, dan lama penggunaannya. Ini menjadi bagian penting dari parenting yang aman, terutama ketika bayi masih kecil.

2. Makan Ikan Bikin ASI Amis, Mitos atau Fakta?

Kekhawatiran bahwa makan ikan akan membuat ASI menjadi amis termasuk mitos atau fakta yang cukup sering ditanyakan ibu menyusui. Mengonsumsi ikan tidak otomatis membuat ASI menjadi amis sehingga ibu tidak perlu menghindari ikan hanya karena alasan tersebut.

Justru, ikan dapat menjadi sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik. Meski begitu, pilihan jenis ikan tetap perlu diperhatikan karena beberapa ikan memiliki kandungan merkuri yang lebih tinggi.

Ibu menyusui dapat memilih ikan dengan kandungan merkuri lebih rendah dan mengonsumsinya dalam jumlah yang sesuai. Informasi mengenai jenis ikan yang aman juga bisa dikonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

3. Ibu Menyusui Tidak Boleh Minum Kopi

Kopi memang mengandung kafein yang sebagian kecilnya dapat masuk ke ASI. Namun, hal tersebut bukan berarti ibu menyusui harus langsung menghilangkan kopi dari menu sehari-hari.

Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah kafein yang dikonsumsi. Jika terlalu banyak, kafein berpotensi membuat sebagian bayi lebih rewel atau sulit tidur, terutama bayi yang masih sangat kecil.

Jadi, daripada memasukkan kopi sebagai pantangan ibu menyusui secara mutlak, lebih baik batasi konsumsinya dan perhatikan respons bayi. Ingat pula bahwa kafein bukan hanya berasal dari kopi, tetapi juga dapat ditemukan dalam teh, cokelat, minuman energi, dan produk lainnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow