PURBALINGGA, MyInfo.ID – Mengenal bahasa isyarat bisa menjadi langkah sederhana untuk membangun komunikasi yang lebih inklusif. Hal inilah yang dihadirkan program SUSUR SINAU melalui Kelas Bisindo bersama Latif Aji (21), seorang teman Tuli sekaligus anggota Komunitas Tuli Purbalingga (KOTULUNGGA), di Cartoon Village Direja, Senin (2/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Latif mengajak peserta mempelajari dasar-dasar Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), mulai dari kosakata sederhana hingga alfabet A–Z. Materi ini menjadi pengenalan awal bagi masyarakat, termasuk orang dengar, agar lebih mengenal cara berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
Kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan gerakan tangan dan kosakata. Peserta juga diajak memahami bahwa perbedaan cara berkomunikasi bukan alasan untuk membatasi interaksi dengan orang lain.
Latif menjadi pengajar dalam kelas tersebut dengan membagikan pengetahuan dan pengalamannya sebagai teman Tuli. Melalui pembelajaran dasar, peserta diajak membangun pemahaman bahwa bahasa isyarat dapat dipelajari siapa saja sebagai bekal untuk berkomunikasi lebih terbuka.
Penggerak program SUSUR SINAU, Tria Novanda Putri, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang belajar yang terbuka bagi siapa pun, tanpa dibatasi latar belakang pengetahuan maupun pengalaman.
Ia berharap program ini bisa memberikan kesempatan kepada lebih banyak orang untuk berbagi ilmu dan pengalaman yang selama ini belum banyak mendapat ruang di hadapan publik.
Gagasan itu sejalan dengan semangat SUSUR SINAU, yakni “Semua Orang Adalah Guru.” Melalui prinsip tersebut, setiap orang dipandang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.














