Penggerak Cartoon Village Direja, Gita Yohanna Thomdean, menyambut baik kolaborasi bersama Latif. Menurutnya, ruang kreatif perlu terbuka bagi siapa saja agar setiap orang bisa merasa diterima, dilibatkan, dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi.
“Seharusnya kita memang sudah saling bersinergi untuk menghadirkan ruang yang aman dan nyaman bagi siapa saja, termasuk teman-teman seperti Latif. Kita adalah bagian dari lingkungan yang bisa membuat mereka merasa diterima, dilibatkan, dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap perjumpaan,” kata Gita.
Gita mengaku senang saat ruang di Cartoon Village Direja menjadi tempat belajar bersama. Baginya setiap orang memiliki sesuatu yang berharga untuk dibagikan.
“Saya senang ketika ruang dan energi yang kita miliki di Cartoon Village Direja bisa menjadi tempat untuk saling berbagi, bertumbuh, dan belajar bersama. Ketika pertama kali Tria menyampaikan bahwa Latif ingin berkumpul bersama kami, saya langsung menyambut baik. Sebab, bagi saya, setiap orang memiliki sesuatu yang berharga untuk dibagikan,” ungkap Gita.
Ia juga memandang ruang kreatif bukan hanya sebagai tempat menghasilkan karya atau menggelar kegiatan. Lebih dari itu, ruang tersebut dapat menjadi wadah untuk membangun hubungan antarmanusia dan membuka kesempatan bagi berbagai kalangan untuk tumbuh bersama.
Melalui Kelas Bisindo, SUSUR SINAU dan Cartoon Village Direja berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan bahasa isyarat, tetapi juga mendorong kesadaran tentang pentingnya komunikasi inklusif.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa proses belajar dapat berlangsung melalui perjumpaan dan pertukaran pengalaman. Setiap orang memiliki sesuatu untuk dibagikan, sekaligus berhak mendapatkan ruang untuk didengar dan dipahami.














