PURWOKERTO, MyInfo.ID – Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan registrasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital mencapai 50 persen hingga akhir Desember 2026. Target tersebut dikejar untuk memperbaiki akurasi data penerima bantuan sosial agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan hal itu dalam kegiatan pengarahan, monitoring, dan evaluasi Perlinsos bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Minggu (1/11/2026) malam.
Dari total 649.343 kepala keluarga (KK) di Banyumas, sebanyak 209.176 KK telah terdaftar atau setara 32,21 persen. Sementara itu, jumlah agen Perlinsos tercatat 7.933 orang, dengan 4.113 di antaranya sudah aktif.
“Proses registrasi masih terus berjalan, dan hingga akhir Desember 2026, kita targetkan cakupannya dapat mencapai 50 persen dari seluruh KK di Banyumas,” ucap Sadewo.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 3.500 peserta, terdiri dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), ketua RT/RW, agen Perlinsos, dan operator desa.
Banyumas menjadi satu dari 42 kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai lokasi perluasan proyek percontohan digitalisasi bantuan sosial pada 2026.
Sadewo mengapresiasi Kecamatan Lumbir, Purwojati, dan Sumbang yang mencatat aktivitas registrasi tertinggi. Ia meminta camat, RT/RW, operator SIKS-NG, agen Perlinsos, serta pendamping PKH meningkatkan pendampingan agar lebih banyak warga menyelesaikan proses pendataan.
“Digitalisasi perlindungan sosial bukan sekadar membuat aplikasi, tetapi membangun reformasi proses bisnis, integrasi data penerima, dan verifikasi digital. Tujuannya agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran, berorientasi pada manusia, dan berbasis data,” ungkapnya.















