Festival Kopi Nusantara Jadi Ajang Penggerak Ekonomi

Pengunjung Dieng Culture Festival (DCF) 2026 memanfaatkan momentum tersebut untuk menikmati berbagai jenis kopi yang disajikan di Venue Gatotkaca. Foto: MyInfo.IF
banner 120x600

BANJARNEGARA, MyInfo.ID – Suhu udara sekitar 16 derajat Celsius menyelimuti Dataran Tinggi Dieng, Jumat (28/8/2026) sore. Di tengah dinginnya kawasan pegunungan itu, aroma kopi justru menghangatkan suasana.

Pengunjung Dieng Culture Festival (DCF) 2026 memanfaatkan momentum tersebut untuk menikmati berbagai jenis kopi yang disajikan di Venue Gatotkaca. Kepulan uap dari cangkir kopi berpadu dengan udara pegunungan, menciptakan suasana khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Bagi Pujud, salah seorang pengunjung, secangkir kopi menjadi pilihan tepat untuk menikmati sore di Dieng.

“Cocok banget ngopi di sini. Udaranya dingin, kopinya mantap sekali,” ujarnya.

Menariknya, kopi yang dinikmati Pujud bukan berasal dari kawasan Dieng. Kopi arabika tersebut datang dari Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kopi Arabika Rumbia menjadi salah satu produk dari luar Jawa yang ikut meramaikan Festival Kopi Dieng 2026. Produk itu dibawa Nasrum, pegiat kopi yang mengembangkan komoditas tersebut di kawasan pegunungan dengan ketinggian 1.000 hingga 1.800 meter di atas permukaan laut.

Kehadiran Nasrum di Dieng menjadi pengalaman baru. Untuk pertama kalinya, ia membawa kopi Rumbia ke festival kopi yang digelar di kawasan dataran tinggi tersebut.

Sebelumnya, produk kopi yang dikembangkannya telah diperkenalkan dalam berbagai festival di Jakarta, Bali, hingga Ambon.

Menurut Nasrum, keikutsertaan dalam Festival Kopi Dieng memberikan kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan kopi Rumbia. Apalagi, festival tersebut mempertemukan pelaku kopi dari berbagai daerah dengan wisatawan dan calon pembeli.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow