OJK Purwokerto Edukasi 250 Pelajar Banyumas soal Literasi Keuangan Digital

OJK Purwokerto bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Banyumas menggelar OJK Goes To School di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas. Foto: OJK Purwokerto
banner 120x600

BANYUMAS, MyInfo.ID – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Banyumas menggelar OJK Goes To School di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 yang bertujuan menanamkan kebiasaan menabung sekaligus memperkuat pemahaman keuangan generasi muda sejak dini.

Hari Indonesia Menabung diperingati setiap 20 Agustus berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019. Tahun ini, HIM mengusung tema “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas” dengan subtema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”.

Rangkaian kegiatan HIM 2026 berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026. Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026 di Kantor OJK Purwokerto.

Kegiatan di Banyumas diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri atas guru pendamping serta perwakilan siswa SMA, SMK, MA dan sederajat di wilayah Kabupaten Banyumas.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Jawa Tengah, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas, serta pimpinan sejumlah lembaga jasa keuangan.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan OJK Goes To School. Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan keuangan perlu diberikan sejak bangku sekolah agar generasi muda terbiasa mengambil keputusan finansial secara bijak.

Salah satu program yang didorong adalah Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program tersebut dinilai dapat membantu membangun kebiasaan menabung sekaligus melatih pelajar mengelola uang secara disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

“Sinergi antara Pemerintah Daerah, OJK, TPAKD, lembaga pendidikan, industri jasa keuangan serta seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat khususnya untuk program edukasi keuangan untuk meningkatkan akses layanan keuangan formal, sekaligus memiliki pemahaman yang baik dalam menggunakannya,” kata Sadewo dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat.

“Para siswa diharapkan rajin belajar, bijak mengelola uang, membiasakan menabung dan menyiapkan diri menjadi generasi Banyumas yang cerdas, mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari mengatakan literasi keuangan menjadi kemampuan penting bagi generasi muda di tengah semakin mudahnya akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow