MyInfo.ID – Mobil asli buatan Indonesia ternyata punya sejarah yang cukup panjang. Di tengah dominasi merek asing di jalan raya, sejumlah insinyur, mahasiswa, perusahaan, hingga pemerintah pernah mengembangkan mobil dengan identitas dan gagasan yang lahir dari dalam negeri.
Perjalanan industri otomotif nasional juga tidak selalu mulus. Ada proyek yang sempat populer, ada yang berhenti sebelum masuk produksi massal, dan ada pula kendaraan lokal yang dirancang khusus untuk kebutuhan masyarakat di daerah.
Berikut sejumlah mobil asli buatan Indonesia yang menarik untuk dikenang sekaligus menunjukkan perjalanan industri otomotif Tanah Air.
Daftar Mobil Asli Buatan Indonesia yang Pernah Dikembangkan
1. Timor, Pernah Jadi Simbol Mobil Nasional
Nama Timor cukup melekat dalam sejarah otomotif Indonesia pada era 1990-an. Melalui PT Timor Putra Nasional, kendaraan ini diproyeksikan sebagai mobil nasional dengan harga yang lebih terjangkau.
Salah satu model yang dikenal adalah Timor S515 berbentuk sedan. Meski produksinya sudah berhenti sejak lama, keberadaan unit bekasnya masih menarik perhatian pencinta mobil lawas dan kolektor.
2. Maleo, Proyek Mobil Gagasan BJ Habibie
Maleo menjadi salah satu proyek yang menunjukkan ambisi Indonesia untuk membangun industri mobil sendiri. Kendaraan ini dirancang pada 1996 oleh BJ Habibie dan diproyeksikan sebagai sedan dengan teknologi yang cukup maju pada masanya.
Sayangnya, proyek tersebut tidak berlanjut ke tahap produksi massal. Krisis ekonomi serta dinamika politik membuat pengembangan Maleo akhirnya terhenti.
3. Esemka, Berawal dari Kreativitas Siswa SMK
Esemka menjadi salah satu nama yang paling dikenal ketika membicarakan mobil asli buatan Indonesia. Cikal bakalnya muncul dari kreativitas siswa SMK di Solo pada 2007.
Beberapa model yang dikenal antara lain Esemka Bima 1.2 dan Bima 1.3. Kendaraan tersebut diarahkan sebagai kendaraan niaga yang praktis untuk mendukung kebutuhan usaha.
4. AMMDes, Mobil Multiguna untuk Pedesaan
AMMDes atau Alat Mekanis Multiguna Pedesaan dikembangkan dengan sasaran yang berbeda. Kendaraan ini dirancang untuk membantu aktivitas masyarakat di wilayah pedesaan, terutama sektor pertanian.
Salah satu keunggulannya adalah kemampuan membawa muatan hingga sekitar 700 kilogram dan digunakan pada medan pedesaan yang cukup berat. AMMDes juga disebut telah dikirim ke pasar luar negeri dalam jumlah besar.
5. Selo dan Tucuxi, Eksperimen Mobil Listrik
Jauh sebelum tren mobil listrik berkembang seperti sekarang, Indonesia sudah memiliki sejumlah proyek kendaraan listrik. Dua nama yang cukup menarik perhatian adalah Selo dan Tucuxi.
Selo dirancang dengan tampilan sporty oleh Ricky Elson dan diklaim mampu mencapai kecepatan hingga 220 km/jam. Sementara itu, Tucuxi dikembangkan Danet Suryatama dengan desain futuristik yang sempat menjadi perhatian publik.
Keduanya menjadi bagian dari perjalanan awal pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.
6. Tawon, Mobil Mungil untuk Perkotaan
Tawon dirancang sebagai mobil berukuran kecil yang diharapkan bisa bergerak lincah di tengah kepadatan lalu lintas. Kendaraan ini menggunakan mesin 650 cc berbahan bakar bensin dan dapat membawa hingga empat penumpang.
Dengan dimensinya yang mungil, Tawon diarahkan sebagai kendaraan yang praktis sekaligus relatif hemat untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.










