Festival Kopi Nusantara Jadi Ajang Penggerak Ekonomi

Pengunjung Dieng Culture Festival (DCF) 2026 memanfaatkan momentum tersebut untuk menikmati berbagai jenis kopi yang disajikan di Venue Gatotkaca. Foto: MyInfo.IF
banner 120x600

Dengan dukungan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, sebanyak 14 Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis ikut membawa produk kopi dari daerah masing-masing.

Kopi yang hadir berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatra, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.

Setiap daerah membawa karakter tersendiri. Perbedaan ketinggian, kondisi tanah, iklim, hingga teknik pengolahan menghasilkan cita rasa yang berbeda pada masing-masing kopi.

Bagi pelaku usaha, manfaat festival tidak semata-mata dihitung dari jumlah produk yang terjual selama kegiatan berlangsung. Pertemuan dengan calon pembeli, terbentuknya jaringan bisnis, pertukaran pengetahuan, dan peluang kerja sama dapat memberikan manfaat yang lebih panjang.

Pelaku kopi lokal juga memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produknya. Sebanyak 35 pengirim produk kopi dari berbagai wilayah Banjarnegara, mulai dari Kecamatan Susukan hingga Batur, terlibat dalam kegiatan tersebut.

Arus wisatawan yang datang ke Dieng selama pelaksanaan DCF menjadi peluang bagi produk-produk lokal untuk memperoleh konsumen baru sekaligus memperluas pasar.

Kopi dan Gagasan Konservasi

Bagi Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, kopi memiliki arti yang lebih luas dibandingkan sekadar komoditas bernilai ekonomi.

Pengembangan kopi juga dikaitkan dengan upaya menjaga lingkungan. Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan pemerintah daerah berupaya memasukkan isu konservasi dalam berbagai program pembangunan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow