UMP Perluas Bisnis Kampus Lewat Samara Gym, Ini Fasilitas dan Tarifnya

UMP Perluas Bisnis Kampus Lewat Samara Gym. Foto: Arbi Anugrah
banner 120x600

Forum Rektor PTMA Apresiasi Inovasi UMP

Ketua Umum Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Prof. Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, mengapresiasi langkah UMP dalam mengembangkan Samara Gym.

Ia menilai inovasi tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat mengembangkan kegiatan usaha tanpa meninggalkan peran utamanya di bidang pendidikan.

“Rektor UMP ini rektor yang kreatif. Samara Gym menjadi salah satu bentuk kreativitas kampus yang dimiliki UMP. Ini merupakan langkah menarik karena perguruan tinggi tidak hanya mengembangkan pendidikan, tetapi juga mampu menghadirkan unit usaha yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ma’mun berharap langkah UMP dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Gym Bukan Sekadar Olahraga, tetapi Gaya Hidup

Salah satu pengunjung yang mencoba fasilitas Samara Gym, Ira Hapsari, mengatakan aktivitas gym telah menjadi bagian dari gaya hidupnya. Ia menilai latihan beban penting untuk menjaga keseimbangan kebugaran, terutama seiring bertambahnya usia.

“Gym sudah jadi lifestyle, terutama buat umur saya outgoing 40, itu berarti kan dia harus seimbang antara body lift-nya. Jadi kalau di gym itu, angkat beban itu harus seimbang daripada hanya sekedar kardio. Jadi buat saya sangat penting,” ucapnya.

Ira mengaku sebelumnya lebih akrab dengan olahraga aerobik. Namun, setelah menyadari pentingnya meningkatkan massa otot, ia mulai menjadikan latihan beban sebagai bagian dari rutinitasnya.

Ia mengatakan sempat tidak rutin berolahraga sebelum akhirnya kembali menjalani latihan secara teratur sekitar dua tahun terakhir.

“Jujur lebih familiar dulu tuh sama aerobik, tapi sejak harus menaikkan masa otot, itu jadi sekitar sejam itu On off. Dulu sebelum married tuh sering, tapi begitu sudah married ya mulai rutin lagi sekitar 2 tahun ini,” katanya.

Saat ini, Ira biasanya berlatih tiga kali dalam seminggu. Program latihannya bergantian, mulai dari latihan kaki atau leg day, tubuh bagian atas, dada, hingga punggung.

Menurut Ira, kenyamanan menjadi salah satu pertimbangan penting ketika memilih tempat gym. Selain kondisi alat, keamanan peralatan, keramahan staf, kualitas pelayanan, dan suasana tempat latihan juga menjadi faktor yang diperhatikan.

“Yang pasti, satu, dia harus nyaman. Nyaman itu semuanya. Alatnya harus oke, dia bisa harus up to date. Yang pasti harus aman alatnya, karena gym itu kita harus bisa mempersiapkan untuk calon member yang baru atau yang belum familiar, terus keramahan sama fasilitas service-nya yang disediakan, Kemudian lingkungannya, ambience-nya,” ujarnya.

Tarif Member Dinilai Lebih Hemat

Ira mengatakan biaya keanggotaan bulanan umumnya lebih menguntungkan bagi orang yang rutin berlatih dibandingkan membayar setiap kali datang.

Menurut pengalamannya, tarif kunjungan satu kali di sejumlah tempat gym di Purwokerto berkisar Rp 35.000 hingga Rp 50.000. Sementara itu, biaya member bulanan bervariasi sesuai fasilitas dan kualitas tempat latihan.

“Kalau kita lebih murah kalau kita pakai member ya. Buat saya, kalau misalkan kita sudah tim, mendingan pakai member. Soalnya kalau sekali datang itu rata-rata di Purwokerto itu sekitar Rp35.000 atau Rp50.000. Nah kalau sekali datang. Tapi kalau kita udah jadi member, Mau dari jam 6, sehari 3 kali, Seminggu 7 kali, seminggu 10 kali itu tetap fine, bebas,” ucapnya.

Untuk tempat gym dengan fasilitas yang dinilai cukup baik, Ira menyebut kisaran biaya keanggotaan yang umum ditemui di Purwokerto berada pada rentang Rp 200.000 hingga Rp 500.000 per bulan.

“Kalau di angka Purwokerto dengan dengan kualitas yang lumayan itu sekitar rata-rata itu Rp200.000 sampai Rp500.000,” ujarnya.

Ia sendiri menilai biaya sekitar Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per bulan masih tergolong wajar. Karena itu, tarif yang lebih rendah dengan fasilitas memadai menjadi nilai tambah bagi sebuah pusat kebugaran.

“Kalau di bawah itu, itu berarti udah oke banget,” katanya.

Bagi Ira, meningkatnya minat masyarakat terhadap gym menunjukkan bahwa kesadaran menjaga kesehatan mulai berkembang. Olahraga, menurut dia, tidak hanya berfokus pada kardio, tetapi juga perlu diimbangi dengan latihan beban untuk membantu meningkatkan massa otot.

“Buat saya, gym itu sekarang sudah menjadi sebuah lifestyle kebutuhan karena masyarakat itu sekarang sudah mulai lebih aware, bahwa yang namanya olahraga itu nggak hanya sekedar aerobik saja atau kardio, tapi kita harus body lift, kemudian meningkatkan masa otot, seperti itu. Jadi harus balance,” jelasnya.

Dengan hadirnya Samara Gym, UMP berharap semakin banyak mahasiswa dan warga Purwokerto yang memiliki akses ke fasilitas kebugaran modern dengan pilihan tarif yang beragam. Kehadiran pusat kebugaran ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan unit usaha kampus dan upaya membangun lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow