TAPANULI TENGAH, MyInfo.ID – Setelah hampir setahun berjuang akibat bencana banjir, SMP Insani Sorkam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, akhirnya kembali memiliki tempat belajar yang layak. Ruang kelas darurat yang baru diresmikan menjadi awal kebangkitan sekolah yang sebelumnya luluh lantak diterjang banjir pada November 2025.
Dikutip dari keterangan tertulis Kemendikdasmen, Jumat (7/8//2026), kehadiran fasilitas sementara tersebut membuat aktivitas belajar mengajar kembali berjalan normal. Tawa para siswa kembali memenuhi ruang kelas setelah berbulan-bulan harus belajar dalam berbagai keterbatasan.
Banjir besar yang melanda Tapanuli Tengah pada akhir 2025 menyebabkan kerusakan parah di lingkungan SMP Insani Sorkam. Seluruh bangunan sekolah mengalami kerusakan berat, termasuk fasilitas pembelajaran berbasis teknologi seperti dua unit Interactive Flat Panel (IFP) yang tidak dapat digunakan lagi setelah terendam banjir.
Di tengah kondisi tersebut, para guru tetap berupaya memastikan kegiatan belajar tidak berhenti. Selama sekolah belum memiliki ruang belajar yang memadai, proses pembelajaran dipindahkan ke gedung lain.
Guru Agama SMP Insani Sorkam, Via Sibagariang, menceritakan bagaimana seluruh tenaga pendidik bekerja sama agar para siswa tetap mendapatkan hak belajar mereka.
“Waktu banjir kemarin di bulan 11, ruangan SMP kita di sana hancur semua. Fasilitas sekolah dan tiang-tiang hancur. Anak-anak sempat dialihkan ke gedung STM di depan. Sekarang dengan adanya ruang darurat ini sangat membantu kegiatan belajar mengajar. Fasilitas seperti meja, kursi, dan papan tulis sudah lumayan memadai,” tutur Via.
Saat ini terdapat 13 guru SMP dan empat guru TK yang tetap menjalankan tugas mendampingi para siswa di tengah proses pemulihan sekolah.
Tak hanya membangun kembali ruang belajar, pihak sekolah juga memikirkan akses transportasi siswa yang tersebar di sejumlah lokasi setelah banjir.
Untuk memudahkan anak-anak datang ke sekolah setiap hari, disediakan layanan antar-jemput menggunakan angkutan umum dan becak.
“Untuk akses ke sini, sekolah menyediakan fasilitas angkot dan becak untuk antar-jemput anak-anak dari depan gang,” ungkap Via.
Kini kegiatan belajar dimulai sejak pukul 07.15 WIB melalui apel pagi dan berlangsung hingga pukul 11.30 WIB.
Di salah satu ruang kelas darurat, sekitar 12 siswa kelas VII tampak mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat. Meski kondisi ruangan masih terasa panas menjelang siang, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme mereka untuk belajar.
Menariknya, ketika ditanya mata pelajaran favorit, sebagian besar siswa kompak memilih matematika.
Selain hadirnya ruang kelas darurat, para siswa juga menyambut baik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan setiap selesai kegiatan belajar.














