Kesadaran Injury Time: Saat Al-Qur’an Mengingatkan Waktu Tak Bisa Diulang

Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag. Foto: UIN Saizu
banner 120x600

Oleh : Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag.
Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

PURWOKERTO, MyInfo.ID – Kehidupan manusia sesungguhnya berjalan di dalam garis waktu yang telah ditentukan Allah SWT. Tidak seorang pun mengetahui kapan perjalanan hidupnya akan berakhir. Setiap hari yang berlalu adalah pengurangan jatah usia, sementara kematian terus bergerak mendekati setiap manusia tanpa dapat ditunda ataupun dipercepat.

Karena itu, Al-Qur’an mengajarkan agar manusia membangun kesadaran hidup sejak dini, bukan ketika kesempatan telah habis. Kesadaran yang datang pada saat-saat terakhir kehidupan ibarat kesadaran pada injury time dalam sebuah pertandingan; waktu hampir selesai, peluang telah banyak terlewat, dan tidak semua yang diinginkan masih dapat dilakukan.

Allah SWT mengingatkan dalam Surat Al-Munafiqun ayat 9-11:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku akan bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.’ Padahal Allah sekali-kali tidak akan menunda kematian seseorang apabila telah datang ajalnya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Munafiqun: 9-11)

Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa terdapat dua hal yang paling sering melalaikan manusia dari mengingat Allah, yaitu kecintaan yang berlebihan terhadap harta dan keluarga. Keduanya pada hakikatnya merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri, tetapi ketika dijadikan orientasi utama kehidupan hingga menggeser posisi Allah sebagai tujuan tertinggi, maka nikmat tersebut berubah menjadi ujian.

Hidup yang hanya berorientasi pada kenikmatan dunia akan melahirkan pola pikir materialistis dan hedonistis, sehingga ukuran keberhasilan hanya dilihat dari banyaknya harta, jabatan, dan kenyamanan hidup. Al-Qur’an menegaskan bahwa orang-orang seperti inilah yang termasuk golongan yang merugi.

Sebaliknya, apabila seseorang ingin memperoleh keuntungan hakiki, maka Allah harus menjadi prioritas utama dalam seluruh aktivitas kehidupannya. Harta, keluarga, jabatan, dan seluruh kenikmatan dunia hanyalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan tujuan akhir yang menggantikan-Nya.

Keuntungan sejati bukan sekadar bertambahnya kekayaan, melainkan bertambahnya kedekatan kepada Allah dan semakin banyaknya amal saleh yang dipersembahkan selama hidup di dunia.

Kerugian terbesar sesungguhnya bukan kehilangan harta atau jabatan, melainkan kehilangan orientasi hidup. Ketika manusia mengalami disorientasi, ia akan menghabiskan energi, waktu, dan seluruh potensinya untuk mengejar sesuatu yang bersifat sementara, sementara kehidupan akhirat yang kekal justru diabaikan. Padahal seluruh perjalanan hidup manusia akan bermuara pada satu titik yang sama, yaitu kembali menghadap Allah SWT.

Kesadaran ini semakin kuat apabila manusia memahami hakikat kepemilikan. Semua yang ada di dunia pada hakikatnya adalah milik Allah SWT. Bukan hanya rumah, kendaraan, jabatan, atau kekayaan yang kita miliki, tetapi diri kita sendiri juga merupakan milik Allah.

Kepemilikan manusia hanyalah bersifat sementara dan bersifat amanah. Karena itu, klaim kepemilikan manusia sejatinya hanyalah klaim administratif di dunia, sedangkan pemilik yang sebenarnya (the real owner) adalah Allah SWT.

Oleh sebab itu, ketika Allah memerintahkan agar sebagian rezeki dibelanjakan di jalan-Nya, sesungguhnya Allah sedang memerintahkan manusia menggunakan titipan-Nya sesuai dengan kehendak Sang Pemilik. Inilah makna terdalam dari syukur, yaitu memanfaatkan nikmat Allah sesuai dengan tujuan yang Allah tetapkan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow