Melalui program tersebut, RU IV Cilacap berhasil mendorong pertumbuhan berbagai unit usaha berbasis masyarakat dengan omzet mencapai Rp366 juta per bulan. Selain itu, lebih dari 1.500 rumah tangga terlibat aktif dalam pengelolaan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kawasan pesisir Kutawaru.
Dari sisi lingkungan, program Mamaku Sigap mencatat pengelolaan sampah mencapai 7,6 ton per tahun. Program tersebut juga melakukan penanaman mangrove seluas 8,5 hektare serta pengembangan lebih dari 78 ribu bibit mangrove.
Tak hanya itu, program ini turut berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sebesar 5,46 ton CO2eq per tahun melalui pemanfaatan palet dan 877 ton CO2eq per tahun melalui penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pada aspek sosial, Mamaku Sigap berhasil mengintegrasikan lima kelompok masyarakat dalam pengelolaan sampah dan membangun kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Program tersebut juga melahirkan dua kegiatan sosial-kultural berbasis pengelolaan sampah dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 96,8 persen.
Sementara dari sisi ekonomi, program ini mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui sejumlah sektor usaha. Wisata Kampoeng Kepiting tercatat menghasilkan omzet Rp72 juta per bulan, Pasar Amarta Rp62 juta per bulan, pesisir produktif Rp34 juta per bulan, serta sektor pertanian dan budidaya perdesaan sebesar Rp12 juta per bulan.
Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap dalam menghadirkan program TJSL yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.















