Selain menyampaikan kritik, SEMA UGM, BEM UI, dan KM ITB mendorong penguatan jaringan mahasiswa serta masyarakat sipil di berbagai daerah.
Ketua Kabinet KM ITB Nahdah Nabillah HR menyerukan agar kampus tetap menjadi ruang diskusi, kebebasan akademik dijaga, dan solidaritas lintas kelompok diperkuat.
“Bangun konsolidasi di setiap kampus. Hidupkan ruang diskusi di setiap kota. Jaga kebebasan akademik. Rawat solidaritas lintas kelompok. Dokumentasikan setiap bentuk kekerasan. Lawan kebohongan dengan pengetahuan. Hadapi pembungkaman dengan keberanian. Turunlah bersama dalam gerakan yang damai, disiplin, terorganisasi, dan berpihak kepada rakyat,” imbau Nahdah Nabillah HR.
Pernyataan Nestapa Indonesia itu kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai konsolidasi gerakan mahasiswa. Pada 28 September 2026, BEM UI juga menyatakan adanya rencana gerakan bersama dalam waktu dekat, meski detail pelaksanaannya belum disebutkan.
Bagi tiga organisasi mahasiswa tersebut, Nestapa Indonesia menjadi wadah untuk menyampaikan kritik mengenai demokrasi, kebebasan akademik, hukum, dan pengelolaan negara. Mereka mendorong agar ruang dialog publik tetap terbuka dan konsolidasi masyarakat dilakukan secara damai serta terorganisasi.














