Dalam kunjungan tersebut, Menko Muhaimin juga menandatangani prasasti Kawasan Wisata Edukasi Pereng sebagai bagian dari pengembangan kawasan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, ia meninjau prototipe Program PERMATA (Perempuan Mandiri melalui Ternak Ayam), melakukan penanaman bibit kelapa genjah, serta melihat langsung proses produksi gula kelapa organik yang menjadi komoditas unggulan Banyumas.
Muhaimin menegaskan keberhasilan pembangunan ekonomi daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat agar potensi lokal mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Pak Presiden Prabowo sedang mendorong cara kerja baru pembangunan yang berorientasi pada kemandirian ekonomi. Potensi besar yang kita miliki harus menjadi kekuatan untuk menekan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Menko Muhaimin berharap model pengembangan gula kelapa organik yang dipadukan dengan program pemberdayaan masyarakat dan peternakan terpadu di Banyumas dapat direplikasi di berbagai daerah lain.
Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi contoh bagaimana potensi lokal diolah menjadi penggerak ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat desa.
“Kalau ekosistem seperti ini berhasil, kita perbanyak dan kita replikasi. Tujuannya satu, agar masyarakat semakin berdaya, ekonomi tumbuh dari bawah, dan kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh rakyat,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut juga disalurkan berbagai bentuk dukungan pemberdayaan masyarakat, di antaranya bantuan Program PERMATA dari BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Banyumas, penyerahan 10.000 bibit tanaman dari IKA UT bersama Kementerian Kehutanan, kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi para penderes gula kelapa, santunan kepada ahli waris pekerja, hingga bantuan sarana budidaya ayam petelur hasil kolaborasi Bank Mandiri, Danantara, dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.















