News  

Kemenkop Gelar Magang Pengurus Koperasi Desa Merah Putih di Pondok Pesantren

Ilustrasi Kopdes. Foto: myInfo
banner 120x600

JAKARTA, MyInfo.ID – Kementerian Koperasi mulai membekali pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan pengalaman praktik mengelola usaha. Program magang ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan pengurus di sektor agribisnis sekaligus mengembangkan unit bisnis yang mampu mengikuti tuntutan pasar modern.

Program tersebut berlangsung mulai Senin (24/8/2026). Peserta ditempatkan di dua koperasi pesantren yang dinilai telah berhasil membangun ekosistem usaha, yakni Kopontren Al-Ittifaq di Bandung dan Kopontren Sunan Drajat di Lamongan.

Keduanya dipilih karena memiliki karakter pengembangan usaha yang berbeda. Peserta pun tidak hanya belajar teori, tetapi melihat langsung bagaimana koperasi mengelola kegiatan ekonomi dari produksi hingga pengembangan bisnis.

Kopontren Al-Ittifaq menjadi lokasi pembelajaran untuk bidang pertanian. Program di tempat ini dirancang agar pengurus KDKMP memahami rantai nilai agribisnis secara lebih lengkap, dari proses budidaya hingga pengelolaan hasil panen dan pemasaran.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan peserta ditempatkan sesuai bidang pembelajaran yang telah ditentukan.

“Di sektor pertanian, Kopontren Al-Ittifaq, Bandung. Dan sektor usaha dilaksanakan di Kopontren Sunan Drajat, Lamongan,” ungkap Destry Anna Sari dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026).

Pelatihan di Al-Ittifaq tidak berhenti pada kemampuan bercocok tanam. Pengurus juga mendapatkan pembelajaran mengenai kewirausahaan, pengelolaan hasil produksi, hingga pembentukan sikap disiplin dalam menjalankan organisasi koperasi.

“Magang di sini membantu pengurus mengembangkan kompetensi utama. Yaitu budidaya pertanian, kewirausahaan, manajemen hasil panen, serta kedisiplinan dan kemandirian,” ungkap Destry.

Pola tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada pengurus KDKMP tentang pentingnya membangun usaha pertanian secara terintegrasi.

Sebab, koperasi tidak cukup hanya membantu masyarakat menghasilkan komoditas. Pengurus juga harus memahami bagaimana produk tersebut memiliki nilai ekonomi, dikelola dengan baik, kemudian dipasarkan hingga mampu memberikan keuntungan bagi anggota.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow