NGANJUK, MyInfo.ID – Presiden Prabowo Subianto menargetkan percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara masif di seluruh Indonesia. Setelah meresmikan 1.061 koperasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah, pemerintah kini membidik puluhan ribu koperasi dapat mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Target ambisius tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian operasionalisasi KDKMP di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Program ini digadang-gadang menjadi penggerak baru ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat di daerah.
“Dari seribu ini, dilaporkan kepada saya bahwa pada bulan Agustus kita akan lompat meresmikan 30 ribu koperasi. Kalau umpamanya tidak sampai 30 ribu, kalau hanya sampai 20 ribu, saya katakan 20 ribu ini juga adalah prestasi yang saya kira jarang bisa diketemukan di negara lain,” kata Presiden.
Koperasi Desa Disebut Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Rakyat
Prabowo optimistis keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mampu menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi berbasis desa. Menurutnya, koperasi akan membuat desa memiliki kekuatan ekonomi sendiri tanpa terus bergantung pada pihak luar.
“Dengan koperasi ini saya kira pertumbuhan kita akan nyata dan akan maju. Tiap desa tidak akan tergantung dari mana-mana lagi, dia akan punya kekuatan dia sendiri,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung berbagai persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani, mulai dari sulitnya akses pupuk, keterbatasan modal, hingga distribusi hasil panen yang tidak optimal.
Ia menyebut banyak petani gagal mendapatkan keuntungan maksimal karena hasil panen rusak sebelum sampai ke pasar. Kondisi itu, menurutnya, harus diselesaikan lewat penguatan sistem distribusi di tingkat desa.
“Banyak panen yang rusak, panen yang puso. Banyak petani dulu ngeluh ke saya, ‘Pak, saya punya mangga yang terhebat di dunia tapi tidak ada yang beli.’ Tidak ada yang masuk kampung dia, padahal kampung dia itu 5-6 kilo ke dalam,” ucapnya.













