“Jika dunia digital adalah rumah baru bagi anak-anak kita, maka kita juga harus menjaga pintu dan jendelanya,” tegasnya.
Buku panduan tersebut disusun melalui kolaborasi antara YouTube, Kementerian Komunikasi dan Digital, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, serta sejumlah pakar yang memiliki kompetensi di bidang perlindungan anak dan kesehatan digital.
Pihak YouTube menjelaskan bahwa peluncuran Digital Wellbeing Guidebook merupakan bagian dari tanggung jawab platform digital dalam mendukung edukasi keluarga agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan di dunia maya.
“Peluncuran Digital Wellbeing Guidebook ini adalah wujud tanggung jawab YouTube sebagai platform untuk mendukung edukasi orang tua, sehingga implementasi regulasi pelindungan anak dapat berjalan lebih efektif di tingkat keluarga,” jelas perwakilan YouTube.
Pemerintah menegaskan bahwa upaya perlindungan anak di ruang digital bukan bertujuan membatasi akses terhadap teknologi. Sebaliknya, langkah tersebut dilakukan agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif, sehat, aman, dan sesuai dengan tahapan usianya.
Melalui panduan ini, orang tua diharapkan memiliki bekal yang lebih baik untuk mendampingi anak dalam beraktivitas di internet, sekaligus membangun budaya digital yang lebih aman dan bertanggung jawab di lingkungan keluarga.















