News  

Banyumas Deklarasikan Penolakan Normalisasi LGBT, Fokus pada Perlindungan Generasi Muda

MUI Kabupaten Banyumas bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Sarasehan dan Deklarasi Banyumas Menolak Perilaku dan Normalisasi LGBT. Foto: MUI
banner 120x600

BANYUMAS, MyInfo.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Sarasehan dan Deklarasi Banyumas Menolak Perilaku dan Normalisasi LGBT di Pendopo Si Panji, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah, Forkopimda, organisasi kemasyarakatan Islam, akademisi, serta tokoh masyarakat untuk membahas penguatan nilai agama, moral, dan ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.

Forum tersebut dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Ketua MUI Banyumas KH Taefur Arofat, jajaran Forkopimda, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan perwakilan masyarakat.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog untuk membangun sinergi dalam memperkuat pendidikan karakter dan perlindungan terhadap generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menekankan bahwa penanganan berbagai persoalan sosial tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan ataupun pemerintah.

Menurutnya, keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun lingkungan yang sehat serta membentuk karakter generasi muda.

“Menjaga generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah harus berjalan beriringan. Pencegahan berbagai persoalan sosial harus dimulai dari lingkungan terdekat, dengan memperkuat pendidikan karakter dan komunikasi yang baik di dalam keluarga,” ujar Sadewo.

Ia juga mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi anak dan remaja saat ini, mulai dari penyalahgunaan narkotika, obat-obatan terlarang, perilaku seksual berisiko, hingga kecanduan konten digital atau yang disebutnya sebagai narkolema.

Karena itu, orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan teknologi sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dengan anak sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow