News  

Sekolah Menengah Kini Punya Ekshibisi AI, Siswa Berpeluang Menuju Olimpiade Internasional

Ilustrasi Siswa Belajar. Foto: Kemendikdasmen
banner 120x600

JAKARTA, MyInfo.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai memperkuat ekosistem kecerdasan artifisial (AI) di lingkungan pendidikan menengah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni menghadirkan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026.

Program yang digelar melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini merupakan hasil kolaborasi dengan Cakrawala University dan Merkle Innovation. Tujuannya adalah membekali siswa, guru, sekolah, hingga dinas pendidikan dengan pemahaman mengenai kebijakan, mekanisme, dan tahapan pelaksanaan kompetisi AI di tingkat nasional.

Langkah ini dinilai penting mengingat perkembangan teknologi kecerdasan artifisial yang semakin cepat dan berpengaruh terhadap berbagai sektor kehidupan.

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi, mengatakan dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Pendidikan tidak hanya menyiapkan murid untuk lulus sekolah, tetapi juga menyiapkan mereka menghadapi dunia yang bahkan belum ada hari ini. Karena itu, kami ingin mendorong murid Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta solusi berbasis kecerdasan artifisial melalui ekshibisi ini,” ujar Muchlas.

Menurutnya, EKKA diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan sebagai problem solver, inovator, peneliti, hingga pengembang teknologi AI yang dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Pemanfaatan teknologi tersebut nantinya dapat diterapkan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pertanian, kesehatan, lingkungan, disabilitas, UMKM, hingga pelayanan publik.

Selain mendorong inovasi, pemerintah juga menekankan pentingnya pengembangan AI yang bertanggung jawab.

“Kecerdasan artifisial terbaik adalah kecerdasan artifisial yang membantu kemanusiaan. Karena itu, kecerdasan artifisial yang dikembangkan harus aman, transparan, adil, dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Indonesia Perluas Pembinaan Talenta AI Nasional

Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menilai kompetensi AI kini menjadi kebutuhan penting yang harus dipersiapkan sejak dini.

Ia mengungkapkan, penyelenggaraan EKKA 2026 dilakukan lebih awal agar sekolah dan peserta memiliki waktu yang cukup untuk melakukan persiapan.

“Pada tahun lalu, Indonesia juga telah mengirimkan peserta ke ajang International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI). Tahun ini, ekshibisi kecerdasan artifisial juga diperluas pada ajang LKS Dikmen sebagai upaya memperkuat ekosistem pembinaan talenta kecerdasan artifisial nasional,” ujar Irene.

Dukungan serupa datang dari Rektor Cakrawala University, Alim Anggono. Menurutnya, kecerdasan artifisial menjadi salah satu keterampilan penting yang wajib dikuasai generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi bagian dalam membangun ekosistem pembinaan talenta kecerdasan artifisial di Indonesia,” tutur Alim.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow