Ia menilai semangat berbagi yang hadir melalui pembagian daging kurban perlu terus dijaga, tidak hanya saat Hari Raya Idul Adha, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga hal ini nantinya dapat memberikan kegembiraan bagi mereka yang akan menerimanya. Saya harap semangat berbagi ini terus terpelihara. Tidak hanya saat momen-momen tertentu saja, namun seterusnya setiap hari, setiap saat, dan setiap waktu, bahkan dijadikan kebiasaan,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sadewo juga menyampaikan bahwa Kabupaten Banyumas menerima bantuan kemasyarakatan berupa hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat.
Tak hanya itu, ia menyinggung sejumlah program sosial keagamaan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Program Trilas, mulai dari bantuan insentif guru ngaji, bantuan operasional pondok pesantren, hingga dukungan bagi marbot dan operasional masjid.
“Perlu saya sampaikan juga, bahwa sebagai wujud nyata dari implementasi Program Trilas, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyerahkan bantuan insentif guru ngaji, bantuan operasional pondok pesantren, dan bantuan insentif marbot serta biaya operasional masjid. Semoga bantuan ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat demi terwujudnya Banyumas yang produktif, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.
Usai pelaksanaan Salat Idul Adha, Bupati Sadewo dan Wakil Bupati Lintarti menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada sejumlah takmir masjid dan pondok pesantren di wilayah Banyumas.
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447.















