Sebagai motor penggerak program lintas sektor, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) kini gencar merajut sinergi. Mereka mempertemukan pemerintah pusat, pemda, dunia usaha, BUMN, lembaga penempatan kerja, hingga pelaku UMKM dalam satu visi bersama.
Peran Kemenko PM kini digeser bukan lagi sekadar pengawas proyek yang memastikan program berjalan. Lebih dari itu, kementerian ini bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai pihak. Targetnya jelas, masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton atau penerima bantuan sosial pasif, melainkan harus diberi modal keterampilan, akses lapangan kerja, serta ruang untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Sebagai bukti nyata implementasi kebijakan ini, dua daerah di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Banyumas, langsung mendapatkan perhatian khusus. Kedua wilayah ini dinilai memiliki tantangan kemiskinan yang nyata, namun menyimpan potensi ekonomi lokal yang raksasa jika dipicu dengan stimulus yang tepat.
Di Kebumen, Kemenko PM siap menggebrak lewat gelaran Global Talent Day Kebumen Job Fair PMI Expo 2026. Ajang ini dirancang sebagai ruang pertemuan raksasa antara para pencari kerja lokal dengan dunia industri serta lembaga penempatan kerja resmi. Lewat program ini, warga tidak hanya disuguhi lowongan kerja, tapi juga dibekali pelatihan untuk menjajal peluang kerja yang produktif dan aman, baik di dalam negeri maupun pasar internasional.
Bergeser ke Kabupaten Banyumas, sentuhan pemberdayaan menyasar sektor komoditas unggulan. Pemerintah mendorong proyek Pengembangan Kawasan Ekspor Gula Kelapa di Desa Cilongok. Program ini diproyeksikan mampu memperkuat rantai ekonomi warga dari hulu ke hilir, mendongkrak taji produk lokal di pasar global, dan mendorong peningkatan pendapatan para petani serta pelaku usaha desa.
Melalui cetak biru penunjukan 88 lokasi prioritas ini, pemerintah menegaskan komitmennya bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak boleh mandek pada bagi-bagi bansos semata. Poin utamanya adalah bagaimana membuka kesempatan bagi masyarakat bawah untuk tumbuh, bekerja, dan berdikari.
Berbekal kolaborasi lintas sektor dan fokus pergerakan yang tepat hingga tingkat desa, pemerintah optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem bisa rampung tahun ini, sekaligus menjadi fondasi lahirnya masyarakat Indonesia yang lebih berdaya, produktif, dan sejahtera.















