Menkeu Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global, Tumbuh 5,61 Persen

Ilustrasi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok Kemenkeu
banner 120x600

JAKARTA, MyInfo.ID – Ketidakpastian ekonomi global memang masih membayangi berbagai negara. Namun di tengah situasi tersebut, perekonomian Indonesia dinilai tetap menunjukkan daya tahan yang kuat dengan sejumlah indikator yang terus bergerak positif.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6/2026). Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan I 2026 berhasil mencapai 5,61 persen, sementara tingkat inflasi tetap terkendali di angka 3,08 persen secara tahunan (year on year).

Selain itu, Indonesia juga masih mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan cadangan devisa yang dinilai cukup kuat, setara 5,6 bulan kebutuhan impor.

Tak hanya itu, sektor manufaktur yang menjadi salah satu penopang ekonomi nasional juga mulai menunjukkan perbaikan.

“Demikian pula dengan kinerja sektor manufaktur ini menunjukkan perbaikan pada bulan Mei 2026, mengindikasikan penguatan aktivitas produksi dan menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan,” ungkap Menkeu.

Memasuki Triwulan II 2026, pemerintah melihat tren pemulihan ekonomi domestik terus berlanjut. Optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih terjaga, terlihat dari meningkatnya aktivitas belanja dan keyakinan konsumen.

Peningkatan tersebut tercermin dari data Mandiri Spending Index serta Indeks Keyakinan Konsumen yang dirilis Bank Indonesia.

Selain konsumsi rumah tangga, sejumlah indikator ekonomi lainnya juga menunjukkan pertumbuhan positif. Penjualan mobil dan sepeda motor meningkat, begitu pula konsumsi listrik serta penjualan semen yang kerap menjadi indikator aktivitas ekonomi dan pembangunan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow