Top Losers: DPUM Terkoreksi Lebih dari 34 Persen
Meski mayoritas saham bergerak positif, sejumlah emiten masih mengalami tekanan jual yang cukup besar dan masuk dalam kelompok top losers pekan ini.
PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 34,09 persen dari Rp176 menjadi Rp116 per saham.
Posisi berikutnya ditempati PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) yang turun 25,44 persen menjadi Rp252. Sementara itu, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) melemah 23,04 persen ke level Rp177.
Sejumlah saham lain yang juga mengalami koreksi cukup dalam antara lain:
- PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) turun 19,75 persen menjadi Rp260
- PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) melemah 19,50 persen menjadi Rp128
- PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) turun 19,38 persen menjadi Rp97
- PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) terkoreksi 18,84 persen menjadi Rp336
- PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) turun 17,42 persen menjadi Rp109
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) melemah 17,16 persen menjadi Rp7.000
- PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) turun 13,98 persen menjadi Rp14.300
Optimisme Pasar Kembali Menguat
Lonjakan IHSG yang berhasil menembus level psikologis 6.000 menunjukkan sentimen pasar yang semakin membaik. Selain mendorong kenaikan kapitalisasi pasar hingga ratusan triliun rupiah, penguatan tersebut juga mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap berbagai instrumen saham di Bursa Efek Indonesia.
Meski demikian, volatilitas masih terlihat pada sejumlah emiten yang mengalami koreksi tajam. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa investor tetap perlu mencermati fundamental perusahaan dan dinamika pasar sebelum mengambil keputusan investasi.















