News  

Hampir 3.000 Lowongan Dibuka, Ribuan Pencari Kerja Serbu Banyumas Job Fair 2026

Job Fair Hybrid 2026 di Convention Hall Putra Sang Fajar, Purwokerto, Rabu (3/6/2026). Foto: Pemkab Banyumas
banner 120x600

PURWOKERTO, MyInfo.ID – Ribuan pencari kerja memadati Convention Hall Putra Sang Fajar, Purwokerto, saat pelaksanaan Banyumas Job Fair Hybrid 2026, Rabu (3/6/2026). Bursa kerja yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyumas selama dua hari itu menyediakan hampir 3.000 lowongan dari puluhan perusahaan yang membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Tingginya antusiasme peserta menunjukkan kebutuhan lapangan pekerjaan masih menjadi salah satu perhatian utama masyarakat. Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah daerah untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dalam satu wadah yang lebih efektif dan mudah diakses.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Banyumas, sebanyak 61 perusahaan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sebanyak 28 perusahaan membuka proses rekrutmen secara langsung di lokasi, sementara 33 perusahaan lainnya melayani pendaftaran melalui sistem daring.

Secara keseluruhan terdapat 226 jenis posisi yang ditawarkan dengan total 2.948 lowongan pekerjaan dari berbagai sektor usaha dan industri.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan job fair menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan angka pengangguran sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja yang tersedia.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi tempat bertemunya perusahaan dan pencari kerja, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Sadewo menilai peluang kerja saat ini tidak hanya tersedia di dalam negeri, tetapi juga terbuka di berbagai negara yang membutuhkan tenaga kerja Indonesia dengan kompetensi tertentu. Karena itu, masyarakat didorong untuk terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan, termasuk penguasaan bahasa asing.

Ia juga menekankan pentingnya kesesuaian antara program pelatihan kerja dengan kebutuhan industri. Untuk itu, Disnakerin Banyumas diminta melakukan pemetaan kebutuhan pasar kerja sebelum menyusun program pelatihan keterampilan.

Menurutnya, pelatihan yang diberikan harus menjawab kebutuhan riil dunia usaha sehingga peserta memiliki peluang lebih besar untuk terserap ke pasar kerja setelah menyelesaikan pelatihan.

Selain keterampilan teknis, Sadewo menilai sertifikasi kompetensi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja. Sertifikat keahlian dapat menjadi nilai tambah bagi pencari kerja di tengah persaingan yang semakin ketat.

Ke depan, ia berharap pelaksanaan job fair dapat melibatkan lebih banyak perusahaan nasional maupun lembaga penyalur tenaga kerja luar negeri agar kesempatan kerja bagi warga Banyumas semakin luas.

Sementara itu, Kepala Disnakerin Kabupaten Banyumas Wahyu Dewanto menjelaskan Banyumas Job Fair Hybrid 2026 berlangsung pada 3 hingga 4 Juni 2026 dengan mengombinasikan layanan rekrutmen tatap muka dan digital.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow