Salah satu program yang menjadi sorotan dalam gelaran tahun ini adalah peluncuran Wikabalung Adventure, paket wisata terpadu yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di empat desa menggunakan kendaraan jeep wisata.
“Kami berharap melalui paket wisata yang melintasi empat desa ini akan tercipta pergerakan ekonomi yang lebih luas, sehingga dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat secara umum,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banyumas memberikan apresiasi atas semangat gotong royong masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pembangunan kawasan perdesaan menjadi strategi penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat tanpa meninggalkan identitas budaya yang dimiliki daerah.
“Kemajuan desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Kawasan Wikabalung memiliki kekayaan alam, budaya, serta produk-produk UMKM yang berpotensi menjadi kekuatan ekonomi lokal,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pengembangan sektor wisata harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
“Saya berharap Gebyar Kawasan Perdesaan Wikabalung ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, menumbuhkan ekonomi masyarakat, memajukan pariwisata desa, dan merestarikan budaya lokal yang menjadi kebanggaan kita semuanya,” pungkasnya.
Melalui Gebyar Wikabalung 2026, empat desa di Banyumas menunjukkan bahwa kolaborasi berbasis budaya, wisata, dan ekonomi lokal dapat menjadi motor penggerak pembangunan desa yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan UMKM dan sektor pariwisata daerah.















