PURBALINGGA, MyInfo.ID– Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Purbalingga menggelar tasyakuran Milad KAHMI ke-60 di D’Pari Resto Purbalingga pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Koordinator Presidium (Korpres) Majelis Daerah (MD) KAHMI Purbalingga, Tri Adhi mengatakan, tema yang diusung yakni “60 Tahun KAHMI: Menjaga Nilai, Menguatkan Peran, dan Menyemai Pengabdian di Purbalingga”.
“Alhamdulillah, sekarang kita sudah bertatap muka lagi untuk memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan sengkuyung bareng agar KAHMI lebih maju. Nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang dulu kita pelajari saat menjadi kader HMI harus terus dirawat. Melalui forum ramah tamah ini, aspirasi dan masukan dari para senior akan menjadi acuan kami dalam mengabdi dan memajukan KAHMI serta HMI di Purbalingga,” ujar Tri Adhi.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Adhi juga merespons dinamika kaderisasi mahasiswa yang tengah bergerilya menghidupkan kembali Komisariat HMI di Purbalingga.
Ia mendorong pembentukan komisariat secara administratif dan menegaskan kesiapan MD KAHMI Purbalingga untuk memfasilitasi serta mendukung penuh pergerakan kader di lapangan.
Perkuat Organisasi
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Banyumas, Fikri Ardianto, berharap struktur keorganisasian HMI di wilayah Barlingmascakeb semakin berkembang pesat ke depan, khususnya melalui akselerasi pembentukan HMI Cabang Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap.
Dukungan dan arahan senada disampaikan oleh Korpres MD KAHMI Banyumas, Prianto, yang mengingatkan para kader dan alumni untuk senantiasa meluruskan niat dalam setiap pergerakan demi mengharap ridho Allah SWT.
“Apapun yang kita lakukan, niatkan dalam rangka mengharap ridho Allah. Kita harus rajin dan semangat melakukan konsolidasi keislaman serta merawat tradisi intelektual, salah satunya dengan aktif menulis opini di media massa untuk menguatkan peran KAHMI di tengah masyarakat,” imbau Prianto.
Perwakilan MD KAHMI Banjarnegara, Pursito, turut memberikan pandangannya mengenai makna usia 60 tahun KAHMI yang dinilainya sebagai usia kematangan organisasi. Menurutnya, alumni HMI memiliki tanggung jawab moral untuk membawa Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI ke ruang pengabdian yang lebih luas di luar kampus.
“Usia 60 tahun adalah usia yang matang. Kita harus terus menjaga nilai-nilai dasar HMI yang menjadi landasan hidup, sekaligus memperluas jangkauan pengabdian KAHMI di tengah realitas sosial masyarakat,” pungkas Pursito.
Melalui tasyakuran Milad ke-60 ini, KAHMI Purbalingga berkomitmen untuk menjaga silaturahmi yang mengayomi, menguatkan tradisi intelektual kader, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Purbalingga.















