BANYUMAS, MyInfo.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendorong sekolah memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar untuk menerapkan pembelajaran mendalam atau deep learning. Salah satu caranya dengan memasang papan informasi pada pohon di lingkungan sekolah agar murid bisa belajar mengenali tanaman sekaligus memahami manfaatnya.
Gagasan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat mengunjungi SMA Negeri 1 Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, pada 10 Oktober 2026. Kunjungan itu juga dilakukan untuk meninjau pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026.
Menurut Abdul Mu’ti, papan informasi dapat berisi nama pohon, nama ilmiah, karakteristik, hingga manfaat tanaman. Dengan begitu, murid bisa menghubungkan materi pelajaran dengan kondisi nyata di sekitar mereka.
“Namanya deep learning itu antara lain terintegrasi dengan penciptaan lingkungan sekolah yang disebut dengan hidden curriculum,” ujar Mu’ti dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Konsep hidden curriculum merujuk pada nilai, kebiasaan, dan pengalaman yang dipelajari murid melalui lingkungan sekolah. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, membangun karakter, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti juga meninjau pekerjaan revitalisasi di SMA Negeri 1 Patikraja. Program itu mencakup pembangunan dua ruang baru dan rehabilitasi tiga ruang.
Area dak sekolah juga berpotensi dimanfaatkan sebagai ruang kelas pada masa mendatang, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kelayakan teknis. Pengelolaan serta pemeliharaan fasilitas menjadi bagian penting agar sarana pendidikan dapat digunakan secara berkelanjutan.
Secara regional, program revitalisasi satuan pendidikan di Jawa Tengah pada 2025 menjangkau 1.783 sekolah dengan anggaran Rp1,475 triliun dan menyerap 23.430 tenaga kerja.















