BANYUMAS, MyInfo.ID – Biasanya daun-daun yang berguguran di sekitar rumah hanya menjadi bagian dari pemandangan sehari-hari bagi Neneng Haryani. Kini, daun-daun itu justru menghadirkan harapan baru.
Di tangannya, aneka dedaunan berubah menjadi motif alami yang menghiasi selembar kain ecoprint bernilai hingga Rp350 ribu.
Perubahan itu berawal ketika Neneng bergabung dalam Program Klasterisasi Usaha Ecoprint yang digagas PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui kelompok nasabah Mekaar Ajibarang 2, Kabupaten Banyumas.
Bersama 19 perempuan lainnya, ia belajar memanfaatkan kekayaan alam di sekitarnya menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.
Sejak 2024, program tersebut menjadi ruang belajar sekaligus wadah pemberdayaan bagi perempuan prasejahtera. Tidak hanya mengajarkan teknik membuat ecoprint, PNM juga membekali peserta dengan peralatan produksi, pendampingan usaha, hingga strategi memasarkan produk agar mampu bersaing di pasar.
Bagi Neneng, pelatihan itu mengubah cara pandangnya terhadap sesuatu yang selama ini dianggap biasa.
“Saya tidak menyangka belajar membuat kerajinan bisa menjadi sumber penghasilan. Dulu saya hanya melihat daun sebagai tanaman biasa, sekarang bisa diolah menjadi kain ecoprint yang memiliki nilai jual,” tuturnya.
Perjalanan itu tentu tidak instan. Para peserta terlebih dahulu mempelajari teknik pewarnaan alami, memilih jenis daun yang mampu menghasilkan motif terbaik, hingga menjaga kualitas kain agar sesuai dengan selera pasar. Mereka juga didampingi membangun identitas produk dan memperluas jaringan pemasaran.















