News  

Polda Jateng Catat 16 Kebakaran Lahan dalam 11 Hari, Warga Diminta Waspada Puncak Kemarau

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto. Foto: Polda Jateng
banner 120x600

SEMARANG, MyInfo.ID – Memasuki puncak musim kemarau, Polda Jawa Tengah meningkatkan langkah antisipasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Cuaca yang semakin panas, minim curah hujan, serta angin kencang dinilai meningkatkan risiko munculnya titik api di berbagai wilayah.

Data kepolisian menunjukkan tren kebakaran lahan mulai meningkat pada awal Juli 2026. Kondisi tersebut mendorong Polda Jateng memperkuat patroli, edukasi masyarakat, hingga pemantauan titik panas (hotspot) berbasis teknologi.

Berdasarkan evaluasi Polda Jateng selama 1–11 Juli 2026, tercatat 16 kejadian kebakaran lahan di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Sebagian besar kebakaran terjadi pada rentang pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, saat suhu udara berada pada titik tertinggi.

Selain menyebabkan kerugian material yang mencapai ratusan juta rupiah, rangkaian peristiwa tersebut juga mengakibatkan satu korban jiwa di Kabupaten Batang. Korban diduga meninggal akibat aktivitas pembakaran lahan yang kemudian memicu kebakaran.

Menghadapi meningkatnya potensi karhutla, Polda Jateng telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.

Upaya tersebut meliputi optimalisasi peran Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi kepada kelompok tani, pengelola kawasan hutan, dan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kebakaran.

Selain itu, patroli juga diperbanyak di kawasan hutan, lahan kosong, serta area perkebunan, terutama pada jam-jam yang dinilai rawan terjadinya kebakaran.

Polda Jateng juga memperkuat koordinasi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Perhutani, serta pemerintah daerah guna mempercepat deteksi dini dan penanganan apabila ditemukan titik api.

Sebagai langkah antisipasi, kepolisian menyiagakan personel beserta berbagai peralatan pendukung pemadaman.

Salah satunya adalah kendaraan Water Cannon yang dapat digunakan untuk membantu proses pemadaman di lokasi tertentu.

Di sisi lain, pemantauan titik panas melalui teknologi juga terus dioptimalkan agar petugas dapat bergerak lebih cepat ketika muncul indikasi kebakaran.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow