BANYUMAS, MyInfo.ID – Gula semut atau gula kelapa kristal asal Banyumas kembali menembus pasar internasional. Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso bersama Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono secara langsung melepas ekspor produk gula semut organik milik PT Integral Mulia Cipta (IMC) menuju Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026).
Pelepasan ekspor yang berlangsung di Desa Wiradadi, Kecamatan Sokaraja, itu menjadi bukti bahwa produk unggulan dari daerah mampu bersaing di pasar global. Bahkan, pemerintah menilai komoditas gula kelapa Banyumas memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama di pasar dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan permintaan pasar internasional terhadap gula kelapa terus menunjukkan tren positif.
Pemerintah pun tengah memperluas akses ekspor melalui berbagai perjanjian perdagangan dengan sejumlah negara untuk membuka peluang pasar yang lebih besar bagi produk Indonesia.
Saat ini Indonesia telah mengimplementasikan kerja sama perdagangan dengan 20 negara tujuan ekspor baru. Selain itu, pemerintah juga sedang menjajaki perundingan dagang dengan 11 negara lainnya.
Menurut Budi, kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi komoditas unggulan seperti gula semut Banyumas untuk memperluas pasar ekspornya.
“Meningkatnya permintaan internasional serta semakin luasnya akses perdagangan melalui berbagai perjanjian dagang akan memperkuat posisi komoditas unggulan tersebut di pasar ekspor,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Ia bahkan berharap Banyumas dapat berkembang menjadi salah satu pemasok gula kelapa terbesar di dunia.
“Ke depan, kalau ada hilirisasi tentu nilai tambahnya akan semakin tinggi,” lanjutnya.
Pada pelepasan ekspor tersebut, PT Integral Mulia Cipta mengirimkan gula semut organik senilai 46.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp750 juta ke Chicago, Amerika Serikat.















