JAKARTA, MyInfo.ID – Pemerintah terus mematangkan strategi untuk memangkas angka kemiskinan di tanah air agar lebih tepat sasaran. Melalui terobosan terbaru, pemerintah kini membidik langsung kantong-kantong kemiskinan hingga ke level desa dan kelurahan melalui penetapan 88 lokasi prioritas di seluruh Indonesia.
Kabupaten Banyumas masuk dalam 88 lokasi prioritas. Di Kabupaten ini, pemerintah membidik sektor komoditas unggulan dengan proyek Pengembangan Kawasan Ekspor Gula Kelapa yang mampu memperkuat rantai ekonomi warga desa dari hulu ke hilir.
Langkah taktis ini tertuang dalam Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Nomor 6 Tahun 2026. Kebijakan ini menjadi senjata utama pemerintah untuk mengejar target, yakni menghapus kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2026 dan menekan angka kemiskinan nasional hingga tersisa 5 persen pada 2029 mendatang.
“Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem,” demikian bunyi siaran pers resmi pemerintah yang dikutip dari laman Kemenko PM, Kamis (25/6/2026).
Penetapan titik fokus hingga ke tingkat desa ini dinilai sebagai lompatan besar. Dengan memetakan wilayah secara mendetail, intervensi dan bantuan dari pemerintah dipastikan tidak akan salah alamat dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Pemerintah tidak asal-asalan dalam memilih 88 lokasi tersebut. Penentuan wilayah mengacu pada Indeks Prioritas Desa, yang mengambil berbagai indikator di lapangan. Mulai dari kualitas infrastruktur dasar, kemudahan akses sekolah dan fasilitas kesehatan, geliat sarana ekonomi, hingga potret kondisi sosial warga setempat.
Tak hanya itu, pemerintah juga menggabungkan indikator tersebut dengan data kependudukan serta angka kemiskinan riil yang bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).















