11 Makanan Khas Purwokerto dan Banyumas yang Wajib Dicoba, Mendoan hingga Nopia

Makanan khas Purwokerto dan Banyumas memiliki beragam cita rasa, mulai dari mendoan, sroto Sokaraja, hingga aneka camilan tradisional. Foto: Istimewa
banner 120x600

MAKANAN khas Purwokerto punya banyak pilihan yang menarik untuk dicicipi, bukan cuma mendoan yang sudah terkenal sampai berbagai kota di Indonesia. Daerah Purwokerto dan Banyumas juga menyimpan aneka kuliner tradisional dengan cita rasa gurih, manis, hingga renyah yang cocok dinikmati langsung maupun dijadikan oleh-oleh.

Kuliner di wilayah Banyumas banyak memanfaatkan bahan lokal seperti tempe, singkong, ketela, dan berbagai jenis umbi-umbian. Pengaruh tradisi kuliner Jawa Tengah juga terasa dari perpaduan rasa gurih dan sedikit manis yang menjadi ciri sejumlah hidangannya.

Salah satu teknik memasak yang cukup dikenal adalah menggoreng bahan makanan menggunakan adonan tepung basah, seperti pada mendoan. Selain itu, ada pula jajanan tradisional yang dibuat dengan cara dipanggang, dikukus, direbus, hingga difermentasi.

Buat kamu yang sedang berkunjung ke Purwokerto atau menjelajahi Banyumas, berikut 11 makanan khas Banyumas yang menarik untuk masuk daftar wisata kuliner.

11 Makanan Khas Purwokerto dan Banyumas yang Populer

1. Mendoan, Tempe Goreng Setengah Matang yang Legendaris

Mendoan, Makanan khas Purwokerto dan Banyumas. Foto: IG/@riskaf.xx

Mendoan menjadi salah satu makanan khas Purwokerto yang paling mudah dikenali. Kuliner berbahan dasar tempe ini dibuat dengan balutan adonan tepung berbumbu, kemudian digoreng sebentar hingga bagian luarnya matang, sementara bagian dalamnya tetap lembut.

Nama mendoan berasal dari istilah bahasa Banyumasan, yaitu mendo, yang menggambarkan kondisi setengah matang, lembek, atau belum kering sempurna. Inilah yang membedakannya dari tempe goreng biasa.

Nikmati mendoan selagi hangat bersama cabai rawit hijau atau sambal kecap. Di Purwokerto, kamu bisa menemukannya mulai dari warung sederhana hingga restoran.

2. Nopia, Kue Tradisional dengan Isian Gula Merah

Nopia, Makanan khas Purwokerto dan Banyumas. Foto: IG/@atapermana

Nopia merupakan jajanan tradisional berbentuk bulat dengan bagian luar yang tipis dan sedikit renyah. Kue ini dibuat menggunakan tepung terigu dan memiliki isian manis dari gula merah yang memberikan rasa khas.

Salah satu keunikan nopia terletak pada cara pembuatannya. Secara tradisional, kue ini dipanggang menggunakan tungku berbentuk tabung dari tanah liat yang dipanaskan dengan arang.

Adonan ditempelkan pada bagian dalam tungku sehingga matang dengan panas dari berbagai arah. Teknik tersebut menghasilkan aroma dan karakter rasa yang menjadi ciri khas nopia.

3. Sroto Sokaraja, Soto dengan Sambal Kacang

Sroto Sokaraja, Makanan khas Purwokerto dan Banyumas

Kalau sedang mencari makanan berkuah khas Banyumas, sroto Sokaraja bisa menjadi pilihan. Masyarakat Banyumas menyebut soto dengan istilah lokal, yaitu sroto.

Hidangan ini umumnya menggunakan kuah kaldu daging sapi atau ayam dengan isian daging suwir, ketupat atau lontong, tauge, dan bawang goreng.

Hal yang membuat sroto Sokaraja berbeda adalah sambal kacangnya. Bumbu berbahan kacang tanah yang dihaluskan dengan santan tersebut disajikan di atas hidangan, bukan dicampurkan langsung ke dalam kuah.

Perpaduan kuah gurih dan sambal kacang yang kental menciptakan cita rasa unik. Pembeli bisa menambahkan sambal sesuai dengan selera masing-masing.

4. Getuk Goreng Sokaraja, Oleh-Oleh Favorit dari Singkong

Getuk goreng Sokaraja menjadi salah satu makanan khas Banyumas yang banyak diburu wisatawan. Bahan utamanya adalah singkong yang direbus, dihaluskan, lalu dicampur gula merah sebelum dibentuk dan digoreng.

Berbeda dari getuk pada umumnya, makanan ini memiliki bagian luar yang lebih kering dan renyah. Proses penggorengan juga membuat gula merah menghasilkan aroma manis yang khas.

Saat digigit, bagian dalamnya tetap terasa lembut dengan perpaduan rasa singkong dan gula merah. Getuk goreng banyak dijual di toko oleh-oleh, terutama di kawasan Sokaraja yang dikenal sebagai sentra kuliner tersebut.

5. Jenang Jaket, Kudapan Manis Berbahan Tepung Ketan

Jenang Jaket merupakan jajanan tradisional Purwokerto yang memiliki tekstur kenyal, lengket, dan rasa manis. Pembuatnya memasak tepung ketan, gula merah, dan santan secara bersamaan hingga mengental.

Sekilas, jenang ini mirip dodol atau gelamai. Namun, perpaduan bahan ketan dan santan memberikan karakter rasa tersendiri.

Pedagang biasanya membungkus jenang menggunakan daun jagung atau kertas minyak dalam berbagai ukuran. Selain rasa tradisional, kini tersedia pula variasi rasa seperti pandan, cokelat, dan durian.

Karena cukup tahan lama, jenang juga sering dipilih sebagai buah tangan setelah berkunjung ke Purwokerto.

6. Keripik Tempe, Camilan Gurih yang Renyah

Keripik tempe menjadi pilihan camilan khas Banyumas yang cocok dibawa pulang. Cara membuatnya cukup sederhana, yaitu tempe diiris tipis, kemudian diberi bumbu dan digoreng hingga kering.

Bumbu bawang dan garam memberikan rasa gurih yang kuat. Hasil akhirnya berupa keripik dengan tekstur renyah dan aroma tempe yang khas.

Wisatawan bisa membeli camilan ini di pasar tradisional maupun toko oleh-oleh di Purwokerto dan sekitarnya.

7. Cimplung, Olahan Singkong dengan Air Nira

Cimplung merupakan makanan tradisional berbahan dasar singkong yang dimasak menggunakan air nira. Singkong direbus bersama cairan tersebut hingga matang dan menyerap cita rasa manis alami.

Teksturnya cenderung empuk dengan rasa manis yang khas. Masyarakat biasanya menyantap cimplung sebagai camilan saat bersantai bersama keluarga atau menikmati secangkir kopi.

8. Lanthing, Keripik Singkong Berbentuk Angka Delapan

Lanthing adalah camilan berbahan singkong yang mudah dikenali dari bentuknya. Adonan singkong dibentuk menyerupai angka delapan atau lingkaran, kemudian digoreng sampai renyah.

Rasanya gurih dengan beberapa pilihan varian, seperti original, pedas, dan manis asin. Bentuknya yang unik juga menjadi salah satu daya tarik camilan tradisional ini.

Di Purwokerto dan sejumlah wilayah Banyumas, pembuatan lanthing masih dilakukan oleh perajin rumahan. Proses pembentukan adonan secara manual membutuhkan keterampilan agar hasilnya memiliki bentuk yang seragam.

9. Jalabiya, Jajanan Manis dari Singkong

Jalabiya menjadi pilihan lain bagi pencinta makanan tradisional bercita rasa manis. Pembuatnya memarut singkong, lalu memerasnya untuk memisahkan air.

Sari pati yang diperoleh selanjutnya dicampur dengan bahan lain dan dikukus hingga matang. Hasilnya adalah makanan dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang cocok dinikmati sebagai camilan.

10. Dage, Olahan Fermentasi Ampas Kelapa

Dage merupakan makanan tradisional Banyumas yang memiliki karakter berbeda dari olahan tempe pada umumnya. Bahan pembuatannya menggunakan ampas kelapa yang melalui proses fermentasi hingga menggumpal.

Setelah terbentuk, dage diolah kembali dengan cara digoreng sampai matang. Makanan ini memiliki cita rasa khas dan menjadi salah satu kuliner lokal yang menarik untuk dicoba saat berkunjung ke Banyumas.

11. Badeg, Minuman Tradisional dari Bunga Kelapa

Tak hanya makanan, Banyumas juga memiliki minuman tradisional bernama badeg. Perajin mengolah sari bunga kelapa atau nira melalui proses fermentasi untuk membuat minuman ini.

Badeg menawarkan cita rasa yang khas dan berbeda dari minuman pada umumnya. Minuman tradisional ini bisa menjadi pelengkap pengalaman wisata kuliner saat menjelajahi daerah Banyumas.

FAQ Seputar Makanan Khas Purwokerto dan Banyumas

Mengapa mendoan Purwokerto berbeda dari tempe goreng biasa?

Perbedaannya terletak pada bahan tempe, ketebalan irisan, adonan tepung, dan waktu penggorengan. Tempe untuk mendoan biasanya diiris tipis dan lebar, kemudian dibalut adonan tepung yang lebih basah. Proses menggorengnya juga singkat sehingga tekstur bagian dalam tetap lembut.

Apa arti kata mendo dalam mendoan?

Mendo merupakan istilah dalam bahasa Banyumasan yang berarti setengah matang, lembek, atau belum kering. Istilah tersebut menggambarkan tekstur mendoan yang memang tidak digoreng sampai kering seperti tempe goreng biasa.

Di mana bisa membeli getuk goreng asli Sokaraja?

Salah satu tempat yang dikenal sebagai sentra getuk goreng adalah kawasan Sokaraja, sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Purwokerto. Di kawasan ini terdapat berbagai toko yang menjual getuk goreng sebagai makanan khas dan oleh-oleh.

Selain membeli langsung, getuk goreng juga tersedia melalui sejumlah toko oleh-oleh dan penjual online.

Apa perbedaan soto dan sroto di Banyumas?

Sroto merupakan sebutan lokal masyarakat Banyumas untuk hidangan soto. Keduanya merujuk pada jenis makanan berkuah yang sama, tetapi istilah sroto lebih lekat dengan penggunaan bahasa masyarakat setempat.

Apakah makanan khas Banyumas bisa dijadikan oleh-oleh?

Bisa. Sejumlah kuliner seperti nopia, getuk goreng, jenang Jaket, keripik tempe, dan lanthing banyak dijual sebagai buah tangan. Pilih produk dengan kemasan yang baik dan perhatikan daya simpannya sebelum dibawa pulang.

Mencicipi Makanan Khas Purwokerto, Cara Seru Mengenal Kuliner Banyumas

Beragam makanan khas Purwokerto menunjukkan kekayaan kuliner tradisional Banyumas yang memanfaatkan bahan-bahan lokal. Mulai dari mendoan yang lembut, sroto Sokaraja dengan sambal kacang, hingga nopia dan getuk goreng yang cocok dijadikan oleh-oleh, semuanya punya karakter rasa tersendiri.

Saat berkunjung ke Purwokerto, jangan hanya mencari mendoan. Sempatkan juga mencicipi makanan khas Banyumas lainnya agar pengalaman wisata kulinermu semakin lengkap. Selain menikmati rasanya, kamu juga bisa mengenal tradisi dan kekayaan budaya lokal melalui setiap hidangan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow