Aswin Gantina Resmi Pimpin BI Purwokerto, Ini Tiga Fokus Utama yang Akan Diperkuat

Aswin Gantina (kanan) dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan BI Purwokerto oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro (kiri). Foto: BI Purwokerto
banner 120x600

PURWOKERTO, MyInfo.ID – Bank Indonesia (BI) resmi memiliki pemimpin baru untuk Kantor Perwakilan (KPwBI) Purwokerto. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, mengukuhkan Aswin Gantina sebagai Kepala Perwakilan BI Purwokerto.

Pengukuhan tersebut menjadi tindak lanjut dari pelantikan dan serah terima jabatan pimpinan satuan kerja Bank Indonesia yang sebelumnya berlangsung di Jakarta pada 28 Juli 2026.

Aswin Gantina menggantikan Christoveny yang selama masa kepemimpinannya telah berkontribusi dalam berbagai program strategis. Di antaranya pengendalian inflasi, pengembangan UMKM dan ekonomi syariah, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, pengelolaan Rupiah, hingga edukasi kebanksentralan.

Pimpinan baru diharapkan melanjutkan program yang sudah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi di Banyumas Raya.

Dalam sambutannya, Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro menjelaskan bahwa pergantian pimpinan merupakan bagian dari regenerasi sekaligus upaya meningkatkan kemampuan organisasi dan melanjutkan transformasi kelembagaan.

“Setiap pemimpin membawa pengalaman dan perspektif baru, namun tetap berpijak pada mandat yang sama, yaitu menjaga stabilitas nilai Rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Solikin M. Juhro dalam upacara pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto di Purwokerto, Jumat (6/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Solikin juga meminta KPwBI Purwokerto memperkuat tiga agenda utama.

Pertama, meningkatkan peran Bank Indonesia sebagai penasihat strategis pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga kestabilan harga dan memperkuat ketahanan pangan.

Kedua, mendorong transformasi ekonomi daerah melalui penguatan hubungan antarsektor dan antarwilayah. Upaya tersebut mencakup pengembangan UMKM, pariwisata, ekonomi syariah, serta perluasan akses pasar.

Ketiga, KPwBI Purwokerto perlu mempercepat digitalisasi sistem pembayaran agar masyarakat dapat bertransaksi dengan cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Menurutnya, ketiga agenda tersebut sesuai dengan karakter ekonomi Banyumas Raya yang mengandalkan sektor industri, perdagangan, jasa, pertanian, dan pariwisata.

Kolaborasi antara BI dan pemerintah daerah selama ini juga telah memberikan hasil positif. Perekonomian Kabupaten Banyumas pada triwulan II 2026 tercatat tumbuh 6,03 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan ekonomi tersebut melampaui capaian Jawa Tengah sebesar 5,71 persen dan nasional sebesar 5,29 persen.

Sementara itu, inflasi Kota Purwokerto pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,00 persen (yoy).

Dari sisi transaksi digital, hingga September 2026, penggunaan QRIS di wilayah Banyumas Raya mencapai sekitar 196 juta transaksi dengan nilai kumulatif Rp14,75 triliun. Jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS tercatat sebanyak 707.126.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai Kantor Perwakilan BI Purwokerto memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Menurutnya, BI perlu membantu daerah mengendalikan inflasi, memberikan rekomendasi kebijakan, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.

“Kami berharap komunikasi dan kerja sama yang telah berjalan selama ini dapat terus diperkuat, sehingga berbagai program yang dilaksanakan semakin sesuai dengan kebutuhan daerah,” ujarnya.

Kedua pihak menjalankan kerja sama tersebut melalui berbagai program pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan.

Beberapa di antaranya melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), Pasar Murah SARAHSIMAS, peningkatan kapasitas petani, TAKARA MERDAYA, serta pengembangan klaster komoditas pangan.

Kolaborasi juga menyasar percepatan transaksi digital di lingkungan pemerintah daerah melalui program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Implementasinya antara lain pembayaran parkir menggunakan QRIS di kawasan wisata Menara Teratai Purwokerto serta penerapan sistem E-Retribusi di 14 pasar tradisional di Kabupaten Banyumas.

Sadewo berharap kepemimpinan Aswin Gantina mampu melahirkan terobosan baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan perekonomian saat ini.

Sementara itu, Aswin Gantina berkomitmen melanjutkan sekaligus memperkuat berbagai program strategis BI Purwokerto.

Fokus yang akan menjadi perhatian meliputi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, peningkatan daya saing UMKM dan sektor riil, serta perluasan penggunaan sistem pembayaran digital.

Selain itu, Bank Indonesia akan terus memperluas layanan Rupiah dan edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah agar menjangkau lebih banyak masyarakat.

Ke depan, KPwBI Purwokerto akan mempererat koordinasi dengan pemerintah daerah di empat wilayah, yakni Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara.

Seluruh pemangku kepentingan perlu bersinergi untuk memperkuat ketahanan ekonomi Banyumas Raya agar semakin inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi yang semakin erat, wilayah Banyumas Raya diharapkan mampu tumbuh secara resilien, inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi lebih besar terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow