News  

Unik! Setiap Bayi Lahir di Sragen Dapat Pohon Buah, Ini Filosofi Program Sedulur Alam

Setiap bayi yang lahir di Sragen akan mendapatkan satu bibit pohon buah untuk ditanam dan dirawat bersama tumbuh kembangnya. Foto: Jateng Prov
banner 120x600

Menurut Albert, konsep tersebut menggambarkan hubungan saling mendukung antara manusia dan alam.

“Setiap bayi membutuhkan oksigen untuk hidup, sementara pohon menghasilkan oksigen. Karena itu kami menyebutnya sedulur atau saudara. Kami berharap anak dan pohonnya dapat tumbuh bersama dan sama-sama memberi kehidupan,” jelasnya.

Dengan konsep tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran lebih tinggi untuk merawat pohon sebagaimana merawat anak mereka sendiri.

DLH Sragen mencatat penyaluran bibit pada dua triwulan pertama tahun ini baru mencapai sekitar 1,7 persen dari total 5.000 bibit yang telah disiapkan.

Untuk mempercepat distribusi, pemerintah daerah kini menyederhanakan mekanisme penyaluran melalui dua skema.

Skema pertama dilakukan secara aktif melalui pengajuan masyarakat, sedangkan skema kedua memanfaatkan basis data keluarga yang memenuhi syarat sehingga bibit dapat langsung disalurkan.

“Dengan penyederhanaan mekanisme ini, kami optimistis penyaluran pada dua triwulan terakhir dapat lebih maksimal. Ke depan, kami juga ingin jenis bibit yang disediakan semakin sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” tambahnya.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu penerima bantuan bibit, Rahayu Setyoningsih, mengaku senang karena keluarganya memperoleh bibit kelengkeng yang bahkan langsung ditanam bersama Bupati Sragen di halaman rumahnya.

Ia berharap pohon tersebut dapat tumbuh subur seiring bertambahnya usia sang anak.

“Semoga pohonnya tumbuh sehat, cepat besar, dan berbuah lebat. Mudah-mudahan bisa menemani tumbuh kembang anak kami sekaligus memberi manfaat bagi keluarga,” ungkapnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow