Tugu Pembangunan Purwokerto, Diresmikan Soekarno di Hari Lahir Pancasila Hadiah dari Rusia

Tugu Pembangunan di Purwokerto. Foto: Arbi Anugrah
banner 120x600

PURWOKERTO, MyInfo.ID – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Tanggal bersejarah ini merujuk pada pidato Presiden Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tahun 1945, saat untuk pertama kalinya ia memperkenalkan gagasan lima dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

Di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, peringatan Hari Lahir Pancasila memiliki kaitan erat dengan keberadaan sebuah monumen bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, yakni Tugu Pembangunan. Monumen tersebut diresmikan tepat pada 1 Juni 1961, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.

Tak hanya menjadi simbol pembangunan nasional pada masanya, Tugu Pembangunan juga menyimpan jejak sejarah yang berkaitan dengan kepemimpinan Presiden Soekarno hingga hubungan diplomatik Indonesia dengan Rusia yang saat itu masih bernama Uni Soviet.

Tugu Pembangunan, Ikon Bersejarah di Jantung Purwokerto

Tugu Pembangunan berdiri di salah satu titik strategis Kota Purwokerto, tepatnya di pertigaan Jalan Merdeka dan Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Purwokerto Timur.

Bagi masyarakat setempat, monumen ini lebih dikenal dengan sebutan Tugu Pancasila. Julukan tersebut muncul karena pada badan tugu terdapat lima lambang Pancasila yang terpampang jelas sebagai representasi dasar negara Indonesia.

Sebagian warga juga mengenalnya sebagai Tugu Merdeka karena lokasinya yang berada di kawasan Jalan Merdeka.

Keberadaan tugu ini semakin istimewa karena dikelilingi sejumlah bangunan bersejarah yang menjadi bagian dari perkembangan Kota Purwokerto. Di antaranya SMA Negeri 1 Purwokerto yang dahulu merupakan Kantor Karesidenan, Rumah Dinas Karesidenan peninggalan masa kolonial, Gedung Bank Indonesia Perwakilan Purwokerto, hingga Gereja Kristen Indonesia Gatot Subroto.

Dibangun pada Era Soekarno

Berdasarkan catatan sejarah, Tugu Pembangunan mulai dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, tepatnya ketika Indonesia memasuki era Demokrasi Terpimpin.

Nama resmi monumen ini tercantum dalam prasasti sebagai Tugu Pembangunan “Ajoenan Tjangkul Pertama”. Pembangunannya dimulai pada 1 Januari 1961 yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bung Karno.

Tugu tersebut dibangun sebagai simbol dimulainya Program Pembangunan Semesta Berencana, sebuah program pembangunan nasional yang dirancang pemerintah untuk periode 1961 hingga 1969.

Program tersebut bertujuan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan nilai-nilai Pancasila sebagaimana tertuang dalam Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960 tentang Garis-garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana.

“Pembangunan ini bersifat menyeluruh dan menjadi tonggak penting bagi kesejahteraan rakyat Indonesia,” demikian tertuang dalam dokumen pembangunan saat itu.

Lima simbol Pancasila yang menghiasi tugu menjadi representasi semangat persatuan, gotong royong, dan cita-cita pembangunan bangsa yang diusung pada masa itu.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow