Kapasitas Kilang I kemudian ditingkatkan melalui Debottlenecking Project pada awal 1996. Melalui pengembangan tersebut, kemampuan pengolahan FOC I meningkat menjadi 118 ribu barel per hari.
Pengembangan kilang terus berlanjut seiring kebutuhan energi nasional. Salah satunya melalui pengoperasian Kilang Langit Biru Cilacap yang memperkuat kemampuan RU Cilacap dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi, termasuk Pertamax Turbo yang memenuhi standar Euro 4.
Di tengah perubahan arah industri energi, RU Cilacap juga mulai mengembangkan produk yang lebih ramah lingkungan. Pengembangan energi hijau dilakukan melalui produksi Green Diesel dan Green Avtur.
Peringatan 50 tahun Kilang I juga dirangkai dengan kegiatan sosial. Para pekerja Pertamina menyalurkan donasi kepada Panti Asuhan Khoiru Ummah, Cilacap.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus pengingat bahwa keberadaan industri tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di sekitarnya.
Rangkaian tasyakuran juga diisi tausiyah oleh Ustaz Yasri Ofrizal. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menjadi refleksi bagi para pekerja mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara profesionalisme, usaha, dan spiritualitas.
Acara kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan lima dekade Kilang I sekaligus doa untuk keberlanjutan operasional pada masa mendatang.
Memasuki usia emas, Kilang I RU Cilacap terus melanjutkan perannya dalam menjaga pasokan energi, sambil memperkuat nilai spiritual dan kepedulian terhadap masyarakat.















