PURWOKERTO, MyInfo.ID – Pensiunan dinilai menjadi salah satu kelompok yang rentan menjadi sasaran penipuan berkedok investasi. Kondisi finansial yang relatif mapan dan adanya dana pesangon atau pensiun membuat kelompok ini menjadi target yang menarik bagi pelaku investasi bodong.
Hal tersebut dibahas dalam kegiatan literasi keuangan bertajuk “Membangun Literasi Investasi untuk Melindungi Masyarakat dari Penipuan Berkedok Investasi” yang digelar Forum Wartawan Ekonomi Semarang di Purwokerto, Jumat (14/8/2026).
Kaprodi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, Dr. Ida Nurialei, mengatakan pensiunan umumnya telah memiliki kondisi finansial yang mapan. Namun, kondisi tersebut justru dapat membuat mereka menjadi sasaran pelaku penipuan.
“Penyebab sering menjadi sasaran target penipuan khususnya para pensiunan diantaranya karena sudah mapan, tidak ingin menjadi beban anak, kurang update tentang investasi, dan punya banyak waktu luang dan keinginan uang (pesangon atau dana pensiun) aman,” katanya.
Di sisi lain, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indeks literasi keuangan pensiunan secara nasional telah mencapai lebih dari 85 persen.
Meski tingkat literasi cukup tinggi, Ida mengatakan perubahan kondisi sosial dapat memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan investasi. Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dan keinginan memperoleh keuntungan secara cepat dapat membuat seseorang menjadi korban penipuan keuangan, termasuk investasi bodong.















