CILACAP, MyInfo.ID – Di atas meja-meja yang tersusun rapi di Aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Cilacap, Senin (27/7/2026), lembaran kulit pisang yang biasanya berakhir di tempat sampah berubah menjadi bahan baku yang penuh nilai.
Di tangan para penyandang disabilitas, limbah organik itu perlahan disulap menjadi bio leather, material ramah lingkungan yang membuka peluang usaha sekaligus menumbuhkan harapan.
Suasana pelatihan berlangsung dalam keheningan. Sebagian besar peserta merupakan penyandang tuna rungu dan tuna wicara. Namun keterbatasan komunikasi tak mengurangi semangat mereka mengikuti setiap tahapan proses pembuatan bio leather.
Gerak tangan yang lincah dan tatapan penuh konsentrasi menjadi bahasa yang menyatukan mereka.
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan yang digelar Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap bekerja sama dengan Yayasan Dipa Mandiri Nusantara.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Disabilitas Berkarya dan Berdaya (Diskara), sebuah inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas.
Bio leather merupakan material alternatif pengganti kulit hewan yang dibuat dari bahan-bahan hayati terbarukan, salah satunya limbah kulit pisang.
Selain lebih ramah lingkungan, bahan ini dapat terurai secara alami sehingga mendukung penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.















