JAKARTA, MyInfo.ID – Indonesia memperkuat pemanfaatan Candi Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon sebagai pusat wisata religi dan spiritual berkelas dunia. Keempat kawasan tersebut akan dikembangkan tidak hanya sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga ruang peribadatan, edukasi, riset, serta pemberdayaan masyarakat.
Penguatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Kerja sama itu dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) mengenai pemanfaatan empat candi untuk kepentingan keagamaan umat Hindu dan Buddha di Indonesia maupun dunia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pengembangan kawasan candi harus tetap memperhatikan prinsip inklusivitas dan keberlanjutan.
“Harapan kami, candi-candi ini dapat menjadi ruang pertemuan yang inklusif dan berkelanjutan, baik untuk kegiatan edukasi peradaban, wisata religi, hingga acara keagamaan yang mendatangkan manfaat langsung bagi masyarakat setempat,” kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resminya, Jumat (18/9).
MoU tersebut ditandatangani Widiyanti bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar, Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan I Made Dharma Suteja, Deputi Bidang Peningkatan Nilai Badan Usaha Milik Negara BP BUMN Endra Gunawan, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X, serta Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
Penandatanganan berlangsung di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta, Kamis (17/9).
Dalam kerja sama tersebut, Candi Prambanan diperuntukkan sebagai salah satu tempat peribadatan umat Hindu. Sementara itu, Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon diarahkan sebagai ruang peribadatan umat Buddha.
Pemerintah juga menyiapkan fungsi yang lebih luas bagi keempat kawasan candi. Prambanan diarahkan menjadi pusat Tirtha Yatra umat Hindu, sedangkan Borobudur, Mendut, dan Pawon dikembangkan untuk kegiatan Dharmayatra umat Buddha.
Selain aktivitas keagamaan, kawasan tersebut juga diproyeksikan sebagai pusat pengembangan wisata religi, kebudayaan, dan keagamaan. Fungsi riset dan inovasi di bidang agama, sejarah, seni, serta budaya turut menjadi bagian dari pengembangan kawasan.
Kerja sama juga mencakup fasilitasi perizinan, promosi wisata religi dan kebudayaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pelestarian candi sebagai cagar budaya dan warisan bangsa.











