OMC disiapkan sebagai salah satu alternatif untuk mendukung penanganan karhutla. Namun, pelaksanaannya tidak bisa diterapkan secara seragam di semua wilayah karena bergantung pada kondisi teknis dan cuaca.
“Kami tadi pagi juga rapat dengan BMKG untuk merancang operasi modifikasi cuaca. Hanya memang secara teknis tidak semuanya memungkinkan dilakukan OMC, tetapi semua dimonitor kemudian peralatan-peralatan termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi karhutla sesuai dengan petunjuk dan perintah Bapak Presiden tadi malam, hari ini semua kami koordinasikan,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan satu metode. Setiap wilayah akan ditangani berdasarkan situasi lapangan, perkembangan titik api, serta ketersediaan sarana yang dapat digunakan.
Penggunaan water bombing menjadi salah satu opsi yang disiapkan untuk membantu pemadaman dari udara. Pemerintah juga mengoordinasikan kesiapan helikopter dan pesawat yang dapat dikerahkan ke wilayah terdampak.
Pemantauan titik api tetap dilakukan untuk menentukan langkah penanganan yang paling sesuai. Strategi tersebut menjadi penting karena kondisi karhutla dapat berubah cepat, terutama ketika dipengaruhi angin dan tingkat kekeringan vegetasi.
Pemerintah juga memastikan koordinasi dilakukan lintas lembaga agar pengerahan personel dan peralatan dapat berjalan secara efektif.
Arahan Presiden Prabowo menjadi dasar penguatan koordinasi tersebut sehingga penanganan karhutla tidak berjalan sendiri-sendiri di masing-masing daerah.
Di tengah upaya pemadaman, pemerintah meminta masyarakat ikut berperan mencegah munculnya titik kebakaran baru.
Kondisi cuaca yang sangat kering membuat vegetasi lebih mudah terbakar. Percikan api yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi kebakaran apabila tidak segera dikendalikan.
Karena itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, khususnya di wilayah yang memiliki kondisi lahan dan vegetasi kering.
“Sambil juga tentunya kita mengimbau kepada seluruh masyarakat bahwa memang ini kondisi cuaca yang sangat kering sehingga rentan terjadinya percikan-percikan api sehingga kami mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk kita mawas diri, menghindari melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran-kebakaran yang tidak terkendali,” pungkasnya.















