Berikut puisi yang dibacakan Gus Ipul:
Keluarga…
Keluarga itu bukan sekadar alamat di kartu tanda penduduk.
Keluarga, sering berupa nasi sebungkus yang dibagi lima,
selimut tipis yang ditarik pelan agar yang lain mendapat hangat,
dan anak-anak yang tetap menggambar matahari
meski rumahnya belum tentu terang.
Di rumah-rumah kecil itu, negara sering ditunggu.
Bukan sebagai pidato, bukan sebagai spanduk,
tetapi sebagai beras yang sampai,
kursi roda yang datang,
sekolah yang membuka pintu,
dan petugas yang tidak membuat mereka merasa kecil.
Maka, bila tangan kita menyalurkan bantuan, ingatlah: mungkin itu yang membuat dapur menyala malam ini.
Bila kita membetulkan data, ingatlah: mungkin itu yang membuat seorang anak kembali sekolah.
Bila kita melayani dengan ramah,
ingatlah: mungkin itu pertama kalinya orang miskin merasa dihormati negara.
Hari Keluarga Nasional ini mengingatkan kita,
Ibu harus dikuatkan, ayah harus selalu ada, anak harus dijaga,
lansia harus dimuliakan, dan yang rentan jangan ditinggalkan.
Selamat Hari Keluarga Nasional 2026
Kemensos Selalu Ada
untuk Keluarga Indonesia…
Selain upacara, peringatan Harganas 2026 juga diisi dengan menyanyikan Mars BKKBN sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat pembangunan keluarga di Indonesia.
Hari Keluarga Nasional diperingati setiap 29 Juni untuk mengenang momen ketika masyarakat Indonesia kembali dapat berkumpul bersama keluarga setelah masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Peringatan tersebut berawal dari gagasan Kepala BKKBN saat itu, Haryono Suyono, yang kemudian mendapat persetujuan Presiden Soeharto dan pertama kali diperingati secara nasional di Lampung pada 1993.
Harganas bertujuan mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas melalui pengasuhan yang baik, kasih sayang, serta ketahanan keluarga yang kuat.















